Header Ads

Kisah Nyata Pelacur Lesbian Re: - Maman Suherman

Novel Rei - Maman Suherman

"Panggil aku Re:!"
"Pekerjaanku pelacur"
"Lebih tepatnya, pelacur lesbian!"
......

Pertemuan dengan Re: si pelacur lesbian, mengubah jalan hidup Herman. semula mahasiswa kriminologi itu menganggap Re: sekedar objek penelitian skripsinya. Namun, yang terjadi malah sebaliknya.

Kisah hidup Re: yang berliku menyeret Herman hingga jauh ke dalam. Herman terpaksa terlibat dalam sisi tergelap dunia pelacuran yang bersimbah darah, dendam dan air mata.

     
 sangmaya.com - Pada Book Fair Kalbar November 2017 lalu ada talk show Maman Suherman tentang dunia kepenulisan dan sharing beliau akan pengalamannya dalam menulis buku Re:. Maman Suherman alumnus FISIP-UI jurusan kriminologi dan mencintai dunia jurnalis sehingga menjadi pimpinan redaksi di kelompok Kompas Gramedia. 

    Sebelumnya saya tidak terlalu mengenal siapa Maman Suherman, akan tetapi dari pemberitahuan  dan rekomendasi Mba Oka Aurora di Ig nya bahwa akan ada Maman Suherman datang ke Book Fair Kalbar maka saya hadir di acara beliau.

    Pengalaman beliau menempuh pendidikan jurusan kriminologi sehingga menjadi penulis maupun penggagas beberapa acara seperti Panasonic Globe Award dan 'Indonesia Lawak Club' di Trans7 bagi saya luar biasa. terutama di bagian bagaiman sulitnya ekonomi beliau saat kuliah sehingga untuk menghemat biaya hidup harus tinggal di kamar mayat. 'Suara-suara dalam keheningan' itulah deskripsi beliau ketika tidur satu ruangan bersama para mayat.

     Baru pertama kalinya saya menangis di acara talk show saking sedihnya cerita tentang kehidupan Re:. Saya tidak hanya sedih akan ceritanya saja yang tidak adil dan berakhir tragis, tetapi saya juga sedih bahwa dunia gelap pelacuran dan perdagangan manusia dari zaman dahulu sampai saat ini masih saja berlangsung. Dengan suara cukup berat dan bergetar Maman Suherman mengakui bahwa hal yang paling berat dalam menulis buku Re: adalah karena ia mencitainya.Sehingga setiap ia menulis Re: seakan Re: hadir dihadapannya.

     Novel Re: merupakan buku keempat Maman Suherman yang diterbitkan oleh KPG. Novel Re: menceritakan tentang penyusunan skripsinya kehidupan pelacur lesbian di Jakarta pada tahun 1989. Awalnya Re: hanya untuk objek penelitian skripsi kualitatifnya. Akan tetapi ia ternyata malah jatuh cinta terhadap Re: 

      Re: dulunya seorang gadis belia yang cantik lalu nekat lari dari rumah karena takut akan murka dari Nini akan kehamilannya yang diluar nikah. Re: terlahir dari keluarga menak Sunda yang terpandang. dan ia besar di Bandung. Pelarian Re: dari Bandung ke Jakarta dengan uang yang ia curi dari lemari sang nenek, membuatnya bertemu dengan perempuan setengah baya bernama MAMI LANI yang awalnya dikiranya baik hati mau menampung dirinya dan membiayai segala keperluannya sampai melahirkan. Pikir Re:

"Dia malaikat yang diturunkan Tuhan untuk menyelamatkan Gue!"

     Tapi pikiran tersebut akhirnya hilang setelah Re: mengetahui siapa Mami Lani sebenarnya. Belum genap sebulan melahirkan, Re: dipanggil Mami Lani dan menunjukkan catatan yang sangat terperinci selama tiga bulan lebih Re: tinggal di rumah Mami Lani. Dari makan tiga hari sekali, sabun, sampo, sikat gigi, pakaian dalam sampai biaya melahirkan semua dicatat sebagai hutang. Sosok yang dianggap Re: malaikat ternyata iblis berwujud manusia.

    Wajah cantik Re: dijadikan aset oleh Mami Lani untuk diperdagangkan sebagai pelacur lesbian. "Kamu tidak akan hamil lagi, tidak akan ditipu laki-laki. dan kalau dengan perempuan aman. Tidak akan kena penyakit." Ucap Mami Lani. setelahnya Re: baru mengetahui pelacur lesbian lebih mahal bayarannya dibandingkan pelacur biasa. Pelacur lesbian bisa kerja 30 hari sebulan. Saat datang bulan pun masih bisa melayani sesama perempuan.

     Anak yang dilahirkan Re: diberi nama Melur (melati) dan dengan sedih serta terpaksa ia melepaskan Melur ke keluarga Bu Marlina yang direkomendasikan oleh teman baiknyanya. BU MARLINA wanita yang baik hati dan lemah lembut tidak dikarunia anak dari pernikahannya.

      Re: berakhir dengan dibunuh oleh Mami Lani dengan puluhan tusukan pisau cutter ditubuhnya dan tubuhnya terikat di tiang listrik.


Surat terakhir Re: untuk Herman.
Selamat Membaca :)





Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.