Road To JANEBORA - Sang Maya

Sang Maya

Full Time Mommy yang doyan baca, nulis dan jalan-jalan

Breaking

Saturday, December 28, 2013

Road To JANEBORA

Ini tulisan sebenarnya aku buat bulan lalu tanggal 11 setelah Baksos dengan tim kesehatan Dompet Dhuafa Kaltim...tapi ya...ternyata banyak tulisan yang secuil2 dan tersimpan manis didaftar draft....Road to janebora ini sebenarnya aku mau menyampaikan cerita sebuah desa kecil di bagian pulau Kalimantan timur yang potensi alamnya sangat kaya, tapi sayangnya tidak dikelola dengan baik, Klise sih...mirisnya beberapa perusahaan yang ada di daerah tersebutpun adalah perusahaan asing...perusahaan korea dengan pembuatan kayu dan platfon, dan beberapa perusahaan tambang negara barat.

ROAD TO JANEBORA

Janebora terletak di provinsi Kaltim kecamatan penajam. Daerah tepi laut ini memiliki sumber daya alam yg cukup banyak, baik dari perikanannya, hasil perkebunan, ternak walet, kayu, bahkan batu bara.
Tetapi tiap tahun saya kesini kota ini belum ada kemajuan yg berarti. Memang baru saja saya kesana pelabuhan ferynya sedang dibuat permanen dari besi. Tapi untuk kebersihan warga, bangunan puskesmas, bangunan sekolah dan beberapa bangunan rumah warga banyak yg mengenaskan.
Terdiri dari 4 RT (Rukun Tetangga) yang masing-masing RT terdapat 100 kepala keluarga yang mayoritasnya adalah nelayan.

Tong sampah bagi masyarakat disana adalah alam yakni laut. jadi tak heran jika datang kesana banyak sekali ditemukan sampah dan tidak ada peduli.
beranda posyandu janebora sangat kotor, cat bangunan sudah usang, atap yang hampir rubuh, pasir, sampah2 sampai banyaknya kotoran hewan.
saya menanyakan kepada dua kepala RT yg asik merokok dan melihat saya dengan kawan2 sedang sibuk merapikan serta menyapu tempat untuk aksi sosial.

"bapak, apakah tempat ini masih digunakan oleh warga sini?". tanyaku...

 " masih mb,,,". salah satu kepala RT tersebut menjawab

 "seberapa sering?, seminggu sekali atau berapa bulan sekali?". saya tanya kembali.

 "tiap hari,,ada kok petugasnya, tapi ya gak ada tukang sapunya mb". bapak RT itupun menjawab lagi.

No comments:

Post a Comment