Bodas Novel Bagian 12 : Mulai Dari yang Terkecil - Sang Maya

Sang Maya

Spoiler Review From Sang Maya

Breaking

Rabu, 22 Agustus 2018

Bodas Novel Bagian 12 : Mulai Dari yang Terkecil


TODAY IS YOUR DAY

To start Fresh
To eat right
To train hard
To live healthy
And to be proud.

     Drevdal15 menjelaskan kreativitas, sebagai kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya.



    Kreativitas dapat berupa kegiatan imajinatif, atau sintesis pemikiran, yang hasilnya bukan bukan hanya pada perangkuman, melainkan mencakup pembentukan pola-pola baru, gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman, dan mencakup pembentukan korelasi baru.

Bodas Novel Bagian 12 : Mulai Dari yang Terkecil
Bodas Novel Bagian 12 : Mulai Dari yang Terkecil

    Kardus bekas kotak susu, digunting, dilipat, dilem, dan diberi empat tutup bekas botol minuman. Sehingga jadilah ia mobil-mobilan. Ketiga adik Yoyok bersorak gembira setiap Yoyok menyelesaikan mobil-mobilan dari barang bekas.

     “Ssstttt!!! Jangan berisik, dedek bayinya lagi tidur. Ini kalian warnai sendiri ya mobilnya pakai spidol, warna yang paling bagus dan paling rapi nanti abang buatkan yang pesawat,” kata yoyok yang menemani adiknya belajar sambil bermain.

    Yoyok tinggal di belakang Jalan Wan Sagaf. Keluarganya termasuk yang kurang mampu. Rumahnya kecil, menempel di dinding belakang rumah orang dan ditempati oleh sepuluh penghuni sehingga rumah tersebut sangat ramai.

      Ayah Yoyok bekerja sebagai tukang becak, ibunya menjual gorengan dan kue sarapan pagi sampai jam 10 siang, kemudian di lanjutkan kembali sore hari setelah salat Ashar. 

   Sekalipun Yoyok berasal dari keluarga kurang mampu, tetapi ia yang paling pandai di antara kami. Tiap tahun ia selalu juara kelas. Kami sering diajarkan ulang oleh Yoyok materi-materi pembelajaran sekolah, dengan cara yang lebih mudah kami pahami, sehingga lebih mudah pula untuk kami ingat.

    Seperti kelemahanku pada matematika, termasuk misteri hilangnya angka delapan dalam otakku. Yoyok dengan kreatifitasnya, membuatkan gambar angka delapan seperti pita-pita dan seperti kupu-kupu.

      Bahkan sebuah bunga dengan kelopak berbentuk angka delapan, yang ia pinta gambar
tersebut selalu di pajang di dinding kamarku. Setiap sampul depan buku-bukuku selalu ada angka delapan. Telah habis tiga buku tulis hanya untuk melatihku menulis angka delapan yang katanya angka hoki orang Cina.

⧫⧫⧫

   Yoyok Pricaksono anak kelima dari sembilan bersaudara. Yoyok termasuk Japon16. Tubuhnya kurus tinggi berambut cepak seperti tokoh kartun tintin. Sifatnya juga tidak jauh berbeda dengan tokoh tersebut yang sering penasaran dan suka memecahkan misteri.

   Buku kegemaran Yoyok selalu menyangkut kisah-kisah hantu, misteri, atau detektif, seperti Goosebumps R.L Stine, yang bisa membuat kita susah tidur apabila membaca buku tersebut di malam hari.

   Novel-novel karangan Agatha Christie, Trio Detektif karangan Alfred Hitchock, Lima Sekawan karangan Enid Blyton, biasa dibawa Yoyok ke sekolah diam-diam untuk dibaca dalam kelas.

     Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle, yang banyak menjadi inspirasi orang, dalam meningkatkan ketrampilan observasi dan penalaran. Tidak luput dari kegemaran Yoyok untuk membaca kisah misteri.

   Aku mengetahui buku Sherlock Holmes. Ada empat seri yang sudah aku baca, Benang Merah, Lembah Ketakutan, Anjing Setan, dan Empat Pemburu Harta. Sejak tahun 1994 buku Sherlock Holmes membuat seorang komikus Jepang bernama Aoyama Gosho menciptakan serial komikn yang sangat terkenal sampai dibuat film animasi, yakni Detektif Conan.

    Penggemar komik seperti Yoyok dan aku mengikuti dengan setia tiap serialnya. Cerita tentang Shinichi Kudo, seorang detektif Sekolah Menengah Atas, yang tubuhnya mengecil akibat sebuah racun,yang diberikan oleh organisasi penjahat berjubah hitam.

   Hanya Yoyok dan Aku yang gemar membaca buku. Yoyok tipe pembaca buku di mana saja. Setiap ada kesempatan, ia bisa membaca sambil menidurkan adiknya, membaca sambil membereskan kamar, membaca sambil makan, membaca sambil berjalan, membaca sambil menulis, bahkan membaca sambil membaca. Sedangkan aku tipe pembaca buku librocubicularist17.

    Tiap Sabtu sore merupakan jadwal rutinku bersama Yoyok, untuk menyewa buku bacaan di dekat pasar Sentral. Seperti biasanya kaos yang dipakai Yoyok selalu tampak usang bahkan terdapat bolong-bolong atau terkoyak. Cerita Yoyok, bajunya didapatkan turun–temurun dari kakak pertamanya, sampailah ke dia anak kelima sehingga baju tersebut sudah berubah warna bahkan bentuk.

  Biasanya aku dan Yoyok tukaran buku terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke taman bacaan. Tetapi terkadang ia tidak mau membaca komik yang kusewa, seperti komik Mari Chan, Topeng kaca, Sailormoon, dan Candy-candy. Kata Yoyok komik tersebut cewek banget, ia bilang masih mending Dragon Ball, Inuyasha, atau Kobo Chan.

     “Kamu cari buku apa, Bodas?”

     “Komik Sote, kemarin aku lihat ada di bagian rak paling bawah, tapi kok enggak ada ya?”

      “Sudah tanya sama Mbak yang jaga?”

      “Mbaknya gak tau bukunya.”

      “Sini aku bantu cari, bukunya kayak apa?”

      “Kamu belum pernah baca Sote? padahal buku bagus loh, tentang misteri horor gitu.”

       “Ceritanya tentang apa?”

    “Anak kecil yang bisa berubah setengah malaikat dan setengah setan apabila ia tertidur. Namanya Sote, tangan kirinya berubah menjadi gunting yang berkarat untuk membunuh monster-monster jahat, dan tangan kanannya untuk menyembuhkan orang yang terluka. Menariknya dia bisa melihat pembunuhan-pembunuhan lewat mimpinya. Cukup sadis sih ceritanya.”

       “Seru tuh. Siapa pengarangnya?”

       “Aku lupa, penulis Jepang.”

       “Coba ingat-ingat lagi di rak mana.”

       “Aku yakin banget buku itu di rak bagian bawah sini, ada enam jilid. Aku baru baca nomor satu sampai tiga, buku ketiga itu dia berhadapan dengan monster laba-laba.”

        “Yaaah… sayang banget enggak ketemu, disewa orang kali.”

        “Ini udah minggu ketiga aku nunggu, dan nyariin buku itu.’

     “Hmmm...paling ada orang yang enggak balikin buku taman bacaan ini, jadi hilang begitu aja.”

        “Bisa jadi.”

      “Bacaan kamu horror seperti itu, apa kamu enggak bermimpi buruk, Bodas?” tanya Yoyok sambil kembali memilih-milih buku.

     “Sering sih, tapi rasa penasaranku lebih besar dibandingkan sama rasa takutnya. Sekalipun takut, tapi aku mau tahu akhir ceritanya seperti apa, jadi tetap aja baca bukunya.”

        “Emang kamu mimpi buruk apa?”

       “Kadang aku di kejar-kejar penyihir, kadang mimpi masuk perut ikan paus, terus ada anak kecil berdarah-darah, yang mengajakku bermain cilukba, dan mimpi yang paling aneh, mimpi tenggelam. Sama mimpi berada di rumah kosong.”

         “Rumah kosong? Rumah kosong yang kita masuki itu?

        “Iya, di mimpiku, aku seperti pernah tinggal disana, rasanya kayak nyata banget. Terus aku banyak melihat kejadian-kejadian aneh gitu.”

        “Terus?”

         “Namanya juga mimpi, enggak nyata.”

         “Tapi mimpi, biasanya berasal dari alam bawah sadar kita dari suatu kenangan. Ada yang bilang mimpi itu bunga tidur, ada juga yang bilang mimpi itu gangguan setan. Tapi ada juga yang percaya mimpi itu pesan-pesan yang ingin di sampaikan dari masa lalu atau sesuatu yang akan terjadi. Menurut kamu yang bener yang mana?”

          “Apa aja tadi? kamu ngomong udah panjang, kecepetan pula.”

          “Enggak ada siaran ulang! Ya sudahlah! Yuk buruan milih bukunya terus pulang.

⧫⧫⧫



Bodas Novel Bagian 12 : Mulai Dari yang Terkecil



=====================================================================



Catatan Kaki :
15. E.B Hurlock, Perkembangan Anak, jilid 2 (Ter.), (Jakarta: Penerbit Erlangga, 1999).
16. Keturunan Jawa Pontianak
17. Sebutan untuk seseorang yang suka membaca di tempat tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar