Kelahiran Anak Pertama - Baby Queen Hannah Kaya Inayah - Sang Maya

Sang Maya

Full Time Mommy yang doyan baca, nulis dan jalan-jalan

Breaking

Friday, November 16, 2018

Kelahiran Anak Pertama - Baby Queen Hannah Kaya Inayah

Kelahiran Anak Pertama - Baby Queen Hannah Kaya Inayah  Akhirnya setelah menunggu 41 minggu anak pertama saya lahir dengan normal pacu. Dari kehamilan 40 minggu Dokter di RS PKU Gubug sudah menyarankan untuk dil hirkan dengan caesar karena menurutnya normal pacu ada beberapa resiko terhadap bayi.

Sedangkan Bidan desa menyarankan saya untuk sabar menunggu kelahiran bayi yang masih bisa normal biasa, kecuali jika sudah 42 Minggu langsung rujuk ke RS untuk dilahirkan.

Saya dan suami memutuskan untuk sabar menunggu agar persalinan dapat normal, apalagi kami tidak mengikuti program asuransi apapun seperti BPJS dimana melahirkan bisa dengan gratis. Dengan begitu saya dan suami tentunya menabung ekstra untuk biaya persalinan dan juga kebutuhan bayi. 

Minggu ke 41. Jika sampai masuk 42 Minggu maka bayi harus dilahirkan. Alhamdulillah pada hari Rabu bayi sudah dapat dilahirkan walau harus dipacu karena air ketuban merembes banyak, kepala bayi masih tinggi, dan kontraksi pembukaan sangat lama.

Senin 27 Agustus saya dan suami memutuskan untuk melahirkan hari Jumat saja jika memang bayi harus dilahirkan dengan dipacu. Selasa 28 Agustus jam 11.30 air ketuban pecah dan keluar banyak. Saya dan suami pun bergegas ke RS.Pelita Semarang menggunakan motor, karena belum ada rasa sakit kontraksi dan saya masih sanggup berjalan. Sampai di RS jam 01.00 pagi saya sudah pembukaan 1.

Sampai jam 3 pagi saya masih pembukaan 1 dan kepala bayi katanya masih tinggi, sehingga bidan memberikan obat pacu untuk merangsang kontraksi dan pembukaan.

Saya memilih untuk melahirkan di RS Pelita Semarang, padahal sebelumnya tidak pernah periksa  kehamilan disana. Kenapa saya memilih ke RS. Pelita dibanding ke RS sebelumnya? Dikarenakan selain pelayanannya yang bagus, tempatnya juga bagus, dokternya juga sabar, tidak langsung mengambil tindakan Caesar. Waktu itu saya ditangani Dokter Eric, dia bilang ke saya "Kita tunggu ya Bu, jika dalam 24 jam belum lahir juga maka terpaksa mengambil tindakan Caesar, dan ini kita pacu karena kita balapan dengan air ketuban." Dan sayapun menurutinya.

Banyak yang bilang melahirkan dengan dipacu akan terasa lebih sakit. tapi yang namanya melahirkan pasti juga sakit, mulai dari pembukaan 4 saya sudah tidak bisa lagi konsentrasi membaca kitab Al-Qur'an yang belum saya khatamkan selama masa kehamilan.

Kelahiran Anak Pertama - Baby Queen Hannah Kaya Inayah - Baby Girl
Queen Hannahb Kaya Inayah
Selama proses persalinan suami terus menemani saya dengan sabar. Rasa sakit yang tidak tertahankan terkadang membuat saya tidak hanya memeluknya tetapi juga malah memukul dan menggigit suami.

Alhamdulillah sebelum adzan Dzuhur berkumandang Baby Queen Hannah telah lahir. Sekilas saya melihatnya untuk pertama kalinya badannya terlihat kebiruan. Bidan langsung membawanya pergi untuk dibersihkan, dan kemudian telinga bayi di adzan kan oleh suami.

Setelah dibersihkan Baby Queen tampak putih dan rambutnya lebat. Memang semenjak masa persalinan saya sering mengkonsumsi air kelapa dan susu kedelai. Untuk kecerdasannya juga saya mengkonsumsi minyak ikan, kesehatannya saya banyak mengkonsumsi madu dan kurma. Dan untuk keberkahan seluruhnya saya mengkonsumsi minyak zaitun murni dan air zam-zam 😃

Kelahiran Anak Pertama - Baby Queen Hannah Kaya Inayah -Baby Girl
Queen Hannah Kaya Inayah
Queen Hannah Kaya Inayah nama yang saya pilih sendiri dan disetujui oleh suami. Arti namanya tersirat doa dan harapan yakni Ratu Anugerah yang Kaya akan perhatian Tuhan. 

Baby Queen panggilannya Queen (Ratu) namun kebanyakan orang malah menyingkatnya menjadi Win (pemenang). Sayapun tidak masalah dengan panggilan tersebut karena sempat menginginkan memberi nama anak dengan unsur kemenangan seperti Fathi, Winner, jika bayi laki-laki atau Winnie untuk bayi perempuan.

Baby Queen lahir dengan berat 3,1kg dan panjang 50cm. Kepalanya agak benjol sedikit akibat saya kelamaan mengejan. Tetapi setelah 1 bulan treatment kepala Baby Queen sudah membentuk normal.

Dari lahir Baby Queen sudah bisa miring, sehingga kerap kali tidur miring, tentunya supaya kepalanya tidak peyang posisi tidurnya saya betulkan dan terkadang kepalanya saya tahan dengan kain agar ia tidak miring.

Melihatnya saya dan suami sangat bahagia dan juga bersyukur akan amanah terindah yang diberikan Allah kepada kami. Dengan kelahiran anak pertama maka perjalanan sebagai orang tua pun dimulai.

No comments:

Post a Comment