Berjuang Dan Tawakal Dalam Mewujudkan Keinginan yang Belum Tercapai - Sang Maya

Sang Maya

Full Time Mommy yang doyan baca, nulis dan jalan-jalan

Breaking

Tuesday, December 18, 2018

Berjuang Dan Tawakal Dalam Mewujudkan Keinginan yang Belum Tercapai

Berjuang Dan Tawakal Dalam Mewujudkan Keinginan yang belum tercapai - Dari dulu keinginan saya hanya dua hal. Pertama BEBAS WAKTU, kedua BEBAS UANG. Punya banyak waktu tapi tidak punya uang rasanya balik ke zaman kuliah, dimana waktu jadi mahasiswi saya memiliki banyak waktu sehingga bisa memilih berbagai aktivitas, namun saya tidak memiliki banyak uang sehingga harus banyak-banyak berhemat. Saya masih ingat ketika mau makan pizza saja musti makan nasi kucing selama seminggu. Mau beli buku, harus banyak-banyak berpuasa tanpa sahur. 
Bermimpi, Berjuang, dan Tawakal


Punya uang tidak punya waktu susah juga menikmatinya. Ini tipikal orang yang gila kerja. Sibuk kerja tapi lupa menikmati hasil pekerjaanya, bahkan kerap lupa meluangkan waktu untuk keluarga. Hal yang paling parah dan pastinya menderita jika sudah tidak punya waktu, juga tidak punya uang. Itu namanya budak, semoga kita dijauhkan dari kondisi tidak punya uang dan tidak punya waktu.. 

BEBAS WAKTU & BEBAS UANG


Sebagai ibu rumah tangga yang kesehariannya di rumah, saya bisa dibilang sudah mendapatkan keinginan pertama yakni bebas waktu. Hal ini dikarenakan saya memiliki banyak waktu dan juga banyak segudang pekerjaan. Waktu untuk membereskan segala pekerjaan rumah tangga.

Pekerjaan rumah tangga itu seperti tidak ada habisnya, belanja, masak, nyuci, beres-beres, momong anak dilakukan setiap hari dari pagi buka mata sampai malam menutup mata. Terkadang pekerjaan rumah tangga terasa monoton, sehingga saya kerap minta jalan-jalan sama suami minimal seminggu sekali harus keluar rumah. 

Untungnya menjadi ibu rumah tangga waktunya lumayan flexibel. Kalau capek ya istirahat, cucian banyak ada laundry, laper bisa beli di warteg, momong anak ya gantian sama ayahnya.

Tinggal satu keinginan lagi yang ingin dicapai, yakni bebas uang. Penghasilan saya dan suami saat ini masih ekonomi menengah, bahkan terkadang dalam beberapa waktu menjadi ekonomi kebawah. Karean belum bebas uang, keinginan untuk mempunyai rumah sendiri, membuka rumah baca untuk masyarakat, memiliki rumah untuk anak-anak tahfidz Quran, dan banyak lainnya.

Waktu terus berjalan, sekalipun saat ini saya belum bebas uang. Saya tetap bersyukur menjadi ibu rumah tangga yang dicintai keluarga dan masih berkecukupan. Mempunyai tempat berteduh dan memiliki makanan sehari-hari. Keluarga juga Alhamdulillah baik-baik saja. Suami yang penyayang dan anak yang sehat menggemaskan sudah menjadi kebahagian terbesar bagi saya. 

Saya terus berjuang dan tawakal kepada Allah yang Maha Besar dan Maha pemberi rezeki. Hanya Allah yang dapat mempermudahkan segala urusan saya untuk mewujudkan keinginan yang belum tercapai yakni bebas uang.



No comments:

Post a Comment