Berkebun Sebagai Gaya Hidup Serta Berbahagia Makan Sayur dan Buah Hasil Tanam Sendiri - Sang Maya

Sang Maya

A Motherhood, Beauty & Lifestyle Blogger

Breaking

Sunday, December 16, 2018

Berkebun Sebagai Gaya Hidup Serta Berbahagia Makan Sayur dan Buah Hasil Tanam Sendiri

    Berkebun Sebagai Gaya Hidup Serta Berbahagia Makan Sayur dan Buah Hasil Tanam Sendiri - Sejak kecil saya memang sudah diajarkan bercocok tanam di perkarangan rumah, mulai dari berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Kebiasaan hidup yang ditanamkan oleh keluarga saya seperti berkebun, membuat saya selalu berkebun sekalipun sudah merantau jauh dari tempat tinggal di Pontianak. 

      Seperti ketika saya harus kuliah di Jogjakarta, halaman kecil milik ibu kos saya tanami tomat dan cabe. Tentunya dengan seizin ibu kos terlebih dahulu. Ibu kos malah senang saya memanfaatkan halamannya dengan baik. Apalagi hasil tanam cabe dan tomat dapat dinikmati oleh satu kos yang berjumlah sepuluh orang. 

     "Tomatnya manis ya, tidak seperti tomat yang dijual pasar." Salah satu ucapan teman saya yang sampai saat ini masih terngiang. Tentu saja, yang nanam orangnya sudah manis kok. Tomat hasil tanaman saya manis, tidak hanya dari benih unggulan dari cap panah merah, saya juga menjaga kualitas tanah dengan pupuk kandang agar tanaman tetap subur. Air siramannya juga merupakan air dari mencuci beras. 

      Kebiasaan saya berkebun menular ke beberapa teman kos. Entah karena tidak enak hati karena selalu mengambil cabe dan tomat saya. Atau mungkin mereka tersadar dengan berkebun sendiri bisa makan dengan tanaman organik yang lebih sehat dan hemat.

    Selesai kuliah 2011 saya mendapatkan pekerjaan di Kalimantan Timur, Kota Balikpapan. Sayangnya tempat kos Balikpapan tidak memiliki halaman. Semua perkarangan sudah dicor dengan semen. Dari sini saya mulai mempelajari bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Berbagai referensi mengatakan sistem hidroponik sangat cocok untuk lahan sempit bahkan yang tidak memiliki lahan.

   Saya pun makin kegirangan bercocok tanam dengan sistem hidroponik dikarenakan sangat mudah, tidak harus kotor-kotoran dengan tanah, dan tidak repot harus menyirami tanaman, cukup menjaga air dalam wadah hidroponik selalu tersedia. Hal ini membuat saya tidak khawatir pada tanaman saya apabila sedang pergi dinas ke luar kota beberapa hari. 

    Benih cap panah merah yang saya beli di supermarket bisa juga digunakan untuk sistem hidroponik. Tanaman hidroponik yang saya miliki seperti sayuran kangkung, sawi, seledri, tomat, cabe, dan kembang kol. 

  Saya juga bergabung dengan komunitas berkebun Balikpapan, yang kebanyakan beranggotakan mahasiswa dan karyawan kantoran seperti saya. Komunitas ini biasa ngumpul sebulan sekali bergiliran ke rumah anggota komunitas satu dan lainnya untuk melihat kebun milik anggota komunitas. Komunitas berkebun Balikpapan tidak hanya berbagi informasi tentang berkebun, tetapi juga mempunyai kegiatan seminggu sekali mengajar anak-anak TK untuk berkebun. Suatu pengalaman berharga yang tidak pernah saya lupakan bersama komunitas berkebun Balikpapan. 

    "Jika hobi berkebun begini bisa-bisa kamu jadi istri petani." Kata teman kos saya di Balikpapan. Benar saja, tahun 2015 saya akhirnya menikah dengan seorang petani asal Desa Tegowanu. Seorang petani yang bergelar sarjana akuntansi namun memutuskan untuk hidup di desa membantu kedua orangtuanya bertani.

     Awalnya ibu mertua khawatir saya yang lahir dan tumbuh besar di kota apakah bisa hidup di desa. "Kamu gelem makan terong rebus pakai sambal kacang?" Tanya ibu mertua. "Sudah biasa, Bu. Saya memang suka makan sayuran dan buah." Jawab saya pada ibu mertua kemudian lanjut bercerita tentang gaya hidup saya yang memang menyukai berkebun sejak kecil.
Berkebun Sebagai Gaya Hidup dan Berbahagia Makan Sayur dan Buah Hasil Tanam Sendiri - Suka makan sayur dan buah
Berkebun Sebagai Gaya Hidup Serta Berbahagia Makan Sayur dan Buah Hasil Tanam Sendiri - Bersama Ayah Mertua dan Adik Ipar Panen Terong.
      
Panen Terong - Berkebun Sebagai Gaya Hidup Serta Berbahagia Makan Sayur dan Buah Hasil Tanam Sendiri

 Bangga jadi petani. Bercocok tanam dan menghasilkan sayuran dan buah-buahan yang sehat yang nantinya akan dikonsumsi banyak orang. Hasil tanaman sayur dan uah-buahan dari sawah suami juga sangat beragam seperti jagung, sawi, bayam, terong, paria, ketimun, cabe, oyong, tomat, labu,kacang panjang, pepaya dan berbagai tanaman lainnya. 

     Ketika saya tanya ibu mertua benihnya menggunakan benih apa? Ibu mertua menjawab, kebanyakan pakai benih cap panah merah. Wah, benih cap panah merah ternyata memang unggul dan dipercaya petani.

Berkebun Sebagai Gaya Hidup dan Berbahagia Makan Sayur dan Buah Hasil Tanam Sendiri
Sarjana yang berprofesi menjadi petani

    Rencana tahun depan saya ingin memulai lagi menanam dengan sistem hidroponik. Dikarenakan semenjak hamil dan memiliki bayi, saya tidak ikut ke sawah dan lebih fokus menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga. Jadi dengan bercocok tanam hidroponik memudahkan untuk ibu rumah tangga  yang memiliki bayi. 

     Suka makan sayuran dan buah-buahan sangat baik untuk kehidupan. Kebiasaan makan sayur dan buah harus dikenalkan semenjak anak masih kecil. Untungnya anak saya makan dari hasil tanam sendiri, sehingga menjadi anak yang sehat. Anak saya nantinya juga akan saya ajari bercocok tanam, sehingga menjadi generasi yang senang makan sayur dan buah-buahan. 

        Lakukan hal yang kecil dengan cinta yang besar. Mulailah berkebun dan jadikanlah hal itu sebagai gaya hidup yang patut diwarisi secara turun temurun, untuk generasi sehat berikutnya.

No comments:

Post a Comment