Cara Mengenali dan Mencegah Pneumonia Pada Anak Sejak Dini - Sang Maya

Sang Maya

Full Time Mommy yang doyan baca, nulis dan jalan-jalan

Breaking

Thursday, December 20, 2018

Cara Mengenali dan Mencegah Pneumonia Pada Anak Sejak Dini

Cara Mengenali dan Mencegah Pneumonia Pada Anak Sejak Dini 

    Balita tujuh bulan menderita pneumonia, perlu jalani perawatan intensif. Begitu bunyi judul berita pada harian Jawa Pos. Berita itu menyampaikan bahwa kedua orangtua bayi tidak menyangka buah hatinya terjangkit pneumonia. Awalnya mereka hanya mengira anaknya hanya terkena demam batuk biasa, sampai akhirnya napas bayi tersengal-sengal sehingga ketika dibawa ke puskesmas terdekat langsung dirujuk ke rumah sakit.

   Sebagai orangtua yang memiliki bayi, saya menjadi penasaran apa itu pneumonia dan mengapa penyakit tersebut bisa terjangkit pada bayi. Hal ini membuat saya mencari tahu tentang penyakit pneumonia? Apakah penyakit pneumonia berbahaya? Apa penyebab pneumonia dan bagaimana mengobatinya? Serta bagaimana cara mengenali dan mencegah pneumonia pada anak sejak sedini mungkin? 

Cara Mengenali dan Mencegah Pneumonia Pada Anak Sejak Dini - kesehatan, berpihak pada anak, pneumonia
Cara Mengenali dan Mencegah Pneumonia Pada Anak Sejak Dini

Apa itu pneumonia?

   Pneumonia adalah radang paru-paru. Infeksi yang menyerang paru ini menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kondisi ini umumnya dikenal dengan paru-paru basah, sebab paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir.

    Kondisi paru-paru basah dapat dialami oleh siapa pun. Namun pneumonia pada anak bisa sangat berbahaya jika tidak ditanggulangi dari awal. Badan kesehatan dunia (WHO) menyebutkan penyakit pneumonia menjadi penyebab 16% kematian balita di dunia pada tahun 2015. 

   Sementara, di Indonesia sendiri, dilansir dari CNN, penyakit pneumonia pada anak menyebabkan 2-3 balita yang meninggal setiap jamnya. Hal yang lebih mengejutkan lagi kasus pneumonia makin bertambah. Setiap satu menit, dua anak meninggal akibat penyakit pneumonia. 99% berasal dari negara berkembang. Sebuah data yang sungguh mengkhawatirkan.

    Penyakit yang menyerang paru ini terjadi di Indonesia. Kasus pneumonia pada anak dan balita cenderung lebih banyak daripada orang dewasa. Sebab, daya tahan tubuh anak lebih rendah ketimbang orang dewasa. Apalagi jika kondisi udara di lingkungannya buruk.


Apa penyebab penyakit pneumonia ?

Penyakit pneumonia umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. walau dalam beberapa kasus ada juga yang disebakan oleh fungi dan parasit. Pneumonia sangat mudah ditularkan lewat udara. Biasanya terjadi apabila ada seseorang yang bersin dan batuk di dekat kita.

Jenis Pneumonia berdasarkan penyebabnya.


  1. Pneumonia bakterial. Bakteri paling umum yang menyebabkan penyakit pneumonia. Bakteri yang menjadi penyebab paru-paru basah antara lain yaitu Streptococcus pneumoniae, chlamydophlla pneumonia dan Legionella pneumophila.
  2. Pneumonia viral. Virus sering kali menjadi penyebab dari penyakit pneumonia pada anak. Biasanya, gangguan yang disebabkan oleh virus ini, tidak terlalu serius dan hanya terjadi dalam waktu yang sebentar saja ketimbang gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh bakteri.
  3. Pneumonia mycoplasma. Mycoplasma adalah organisme yang bukan berasal dari jenis virus maupun bakteri, tetapi dapat mengakibatkan gangguan yang sama. Biasanya, paru-paru basah jenis ini dialami oleh anak-anak yang sudah beranjak remaja serta dewasa muda.
  4. Pneumonia jamur. Penyakit jenis ini sering kali menyerang pasien yang mengalami penyakit kronis atau orang yang memiliki sistem imun yang rendah. Jamur yang jadi penyebab pneumonia biasanya berasal dari tanah.

Bagaimana mengenali gejala pneumonia ?

      Gejala pneumonia awalnya tampak seperti sakit meriang atau masuk angin biasa seperti batuk, demam, berkeringat, dan menggigil. Namun perbedaanya adalah apabila mengalami gangguan pernapasan juga. Bila orang dewasa yang menderita paru-paru basah, maka gejala pada umumnya yang terjadi sebagai berikut, yakni:
  1. Batuk terus-terusan, dengan disertai dahak
  2. Demam
  3. Berkeringat
  4. Menggigil
  5. Susah bernapas
  6. Dada sakit
  7. Nafsu makan menurun
  8. Detak jantung terasa cepat
    Sementara, gejala yang cukup jarang terjadi tetapi bisa tetap muncul seperti: Sakit kepala, lemas, mual dan muntah, nyeri sendi dan otot, sampai batuk disertai dengan darah. Beberapa gejala tersebut sering terjadi pada orang yang mengalami penyakit pneumonia dan berlangsung sekitar satu sampai dua hari. Namun, hal ini tergantung juga dengan kondisi tiap orang.

     Hal yang patut diketahui untuk kebanyakan orangtua yang memiliki anak mengenai pneumonia adalah bahwasanya, penyakit pneumonia pada anak dapat menimbulkan gejala yang berbeda dibandinkan gejala yang dialami oleh orang dewasa.

      Akan lebih baik apabila orangtua mengenali gejala pneumonia pada anak sejak dini,. Jangan anggap remeh batuk demam pada anak balita apalagi bayi yang belum berumur satu tahun. Penanggulangan penyakit batuk demam pada anak sedini mungkin lebih baik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

    Anak di bawah usia lima tahun, bisa mengalami nafas yang cepat dan tidak teratur. Gejala pada bayi biasanya akan menunjukkan kesusahan bernafas, muntah-muntah, lemas, tidak berenergi, serta sulit untuk makan dan minum. 

    Bila gejala pneumonia terjadi, khususnya pada anak sebaiknya segera dibawa ke IGD untuk mendapatkan pertolongan pertama. Pneumonia pada anak harus dirawat intensif di rumah sakit apabila:
1. Kurang dari 2 tahun
2. Mengalami letargi atau penurunan kesadaran
3. Sulit bernapas, sehingga membutuhkan bantuan pernafasan dengan selang oksigen.
4. Mengalami dehidrasi
5. Memiliki kadar oksigen yang rendah pada darah

Bagaimana cara dokter mendiagnosis penyakit pneumonia ?

   Apabila terjadi gejala pneumonia yang muncul, segera periksakan ke rumah sakit terdekat. Kondisi paru-paru basah ini dapat diketahui jika kita melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan khusus lebih awal, seperti:

Rontgen dada. Dokter dapat melihat bagian paru-paru yang terkena penyakit pneumonia lewat hasil rontgen.

Memeriksa kadar oksigen darah. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang ada di dalam darah. Penyakit pneumonia dapat menyebabkan oksigen tidak bisa masuk ke dalam aliran darah.

Tes darah. pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui tipe virus atau bakteri yang menyebabkan paru-paru basah ini terjadi.

Tes dahak. Jika benar Anda mengalami paru-paru basah, maka virus atau bakteri yang menyebabkan gangguan kesehatan ini akan terlihat pada dahak.

Apabila terjadi beberapa gejala yang parah, dokter biasanya akan meminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan yang lebih lanjut, seperti:

CT scan. Penyakit infeksi paru yang diderita tidak kunjung sembuh, dokter akan meminta  melakukan ct scan agar dapat dilihat kondisi paru saat itu.


Kultur cairan paru. Pemeriksaan ini mengharuskan dokter mengambil cairan di dalam paru dan kemudian diperiksa kandungannya. Pemeriksaan ini membantu dokter untuk menetukan tipe infeksi yang terjadi.


Bagaimana cara mengobati pneumonia ?

Penyakit pneumonia adalah penyakit yang disebabkan infeksi, sehingga pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk menghentikan infeksi dan mencegahnya datang di kemudian hari. Pengobatan yang diberikan akan disesuaikan dengan tipe, keparahan dari infeksi paru yang terjadi, usia pasien, serta kondisi pasien secara keseluruhan. 


Macam-macam opsi pengobatan pneumonia antara lain adalah:

Antibiotik
Obat antibiotik akan diberikan pada orang yang terserang penyakit pneumonia bakterial. Biasanya, tim medis akan memeriksa dulu jenis bakteri apa yang menyebabkan infeksi di organ paru, kemudian akan disesuaikan dengan jenis antibiotik yang akan diberikan. Ketika pemberian antibiotik tidak dapat mengatasi gejala infeksi yang dialami, maka bisa jadi bakteri telah kebal terhadap obat tersebut, sehingga dokter akan menggantinya dengan jenis obat yang baru.

Obat antivirus
Obat antivirus digunakan untuk pasien yang mengalami infeksi akibat virus. Virus tidak bisa dilawan dengan antibiotik, jadi kalau ada pasien yang mengalami infeksi paru setelah flu maka sebaiknya diberikan obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (relenza).

Obat batuk
Obat batuk digunakan untuk meredakan gejala batuk yang biasanya dialami ketika infeksi paru menyerang. 

Obat penghilang rasa sakit

Pasien pneumonia umumnya mengalami nyeri sendi atau otot, kepala pusing, dan demam. Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen dan acetaminophen untuk meredakan gejala tersebut.

Tips untuk masa pemulihan dari infeksi paru di rumah.

Perawatan di rumah juga harus diperhatikan untuk mencegah infeksi datang menyerang paru kembali. Berikut adalah tips menjalani masa pemulihan dari infeksi paru di rumah:

Istirahat yang cukup. Jangan kembali beraktivitas normal dulu jika gejala-gejala infeksi belum sembuh betul, apalagi suhu badan masih tinggi. Meskipun sudah merasa lebih baik, sebaiknya jangan terlalu lelah dan memaksakan diri. Hal ini dapat membuat kekebalan tubuh kembali lemah dan infeksi dapat kembali di kemudian hari.

Minum air yang cukup. Menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik dapat menolong untuk mengurangi jumlah lendir atau dahak di dalam paru.

Mengonsumsi obat sesuai dengan anjuran. Sebaiknya  konsumsi obat sesuai dengan anjuran yang diberikan dokter. Bila diminta untuk mengonsumsi antibiotik, maka habiskan obat tersebut. Pasalnya, jika tidak dihabiskan, bakteri penyebab infeksi dapat kebal terhadap obat yang dikonsumsi.

Bagaimana cara mencegah terjadinya pneumonia ?

    Kesehatan merupakan kenikmatan hidup yang tidak ternilai harganya, sehingga mencegah penyakit terjadi lebih baik dilakukan daripada mengobati. Penyakit pneumonia dapat dicegah sedini mungkin. Cara mencegah penyakit pneumonia antara lain yaitu :
  • Melakukan pola hidup bersih dan sehat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan kita secara menyeluruh. Mengonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup dan melakukan olahraga secara rutin. Kita akan memiliki sistem kekebalan yang kuat dan mampu menangkal berbagai zat asing masuk ke dalam tubuh.
  • Jauhi rokok. Kebiasaan buruk ini sangat merugikan diri sendiri dan orang-orang terdekat. Merokok hanya akan membuat saluran pernapasan  terinfeksi, termasuk organ paru.
  • Vaksinasi. Vaksin dianggap sebagai cara yang cukup ampuh untuk menghindari infeksi paru terjadi. Vaksin khusus pneumonia dan ada juga vaksin untuk menangkal flu – karena infeksi sering terjadi setelah flu. Untuk mengetahui vaksin mana yang tepat, sebaiknya konsultasikan pada dokter.
     Anak-anak juga perlu mendapatkan vaksin. Pneumonia pada anak juga dapat dicegah dengan cara vaksin. Biasanya vaksin yang diberikan pada anak yang berusia di bawah dua tahun dengan anak yang berusia dua sampai lima tahun berbeda. Karena pneumonia pada anak cukup berbahaya, sebaiknya segera berikan vaksin pada anak kita dan harus diskusikan terlebih dahulu pada dokter anak.

  Selamatkan anak-anak kita dari terjangkitnya penyakit pneumonia. Deteksi sedini mungkin apabila anak mengidap batuk dan sesak. Dampak kematian anak akibat pnemonia harus kita cegah bersama-sama.

20 comments:

  1. Semoga dedeknya sehat selalu ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin, makasi banyak mb vita. tapi baby queen gak kena pnemonia loh, moga aja jangan pernah. itu foto pas dia lagi rewel aja :D

      Delete
  2. Wahh info yang bermanfaat nih Bu. Terimakasih ya. Suka parno kalo pas sakit tenggorokan, apalagi batuk. Untung aja nggak sampe pneumonia

    ReplyDelete
  3. Kadang kita suka ngentengke ya ah paling batuk biasa. Kemaren anakku sempet batuk pilek, demam, alhamdulillah udah sembuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, iya mb, batuk pada anak memang harus segera diobati

      Delete
  4. Gara2 baca ini jd paham klo anakku kena pneumonia. Kukira cuma alergi debu krn gejalanya kok sama persis. Tfs..mbak. artikelnya informatif bgt

    ReplyDelete
  5. Betul, pneumonia pada anak memang punya gejala yang beda dengan dewasa. Jadi kadang susah terdeteksi. Lebih amannya langsung cek keseluruhan di lab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget, apalagi kalau batuk demam pada bayi, paling gak tega.

      Delete
  6. Betul, pneumonia pada anak memang punya gejala yang beda dengan dewasa. Jadi kadang susah terdeteksi. Lebih amannya langsung cek keseluruhan di lab.

    ReplyDelete
  7. Wah baru tau balita bisa terkena pneumonia juga..makasih sharingnya mbak..

    ReplyDelete
  8. Ngeri ya pneumonia. Kalo anakku yg pertama asma mbak jd aku parno aja kalo anakku udh mulai batuk2 flu pasti ujungnya asma kambuh. Moga sehat sellau keluarga kita ya

    ReplyDelete
  9. Amiiin. Iya semoga sehat selalu :)

    ReplyDelete
  10. Rokok efeknya ternyata ngeri juga. Orang perokok harus tahu kalo dia bisa jadi penyebab seorang anak menderita pneumonia

    ReplyDelete
  11. serem ya kalau udah jatuh vonis pneumonia. alhamdulillah sdh teratasi

    ReplyDelete
  12. Artikelnya bermanfaat banget mba, jadi panduan buat tahu gejalanya, sedih banget kalau balita kena..

    ReplyDelete
  13. makasih sharingnya ya, Mbak. apalagi sekarang cuaca kayak gini. jadi ibu harus ingetin anaknya tidur dan minum air putih, minimal itu buat jaga stamina

    ReplyDelete
  14. Lagi musim batuk pilek.. Semoga bukan gejala pneumonia deh.. Kalo orng dewasa masih bisa melakukan rindakan cepat untuk dirinya.. Lah kalo yg kena anak kecil apalagi bayi itu yg bikin gak tega

    ReplyDelete