Pontianak Creative Asosiasi Merangkul Komunitas Industri Kreatif Se Kalbar


 

Mafitzra Al Fikri Ketua PCA baju kaos hitam pojok kiri sedang bersama pelaku industri lainnya di Bandung, dalam perjanjian pembuatan Techo Park Bandung dengan Malaysia.

sangmaya.com- Demi mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia terutama daerah Kalimantan Barat, yang memiliki potensi luar biasa dengan produk tidak kalah dengan produksi dari Jawa maupun luar negeri. Pontianak Creative Asosiasi merangkul semua komunitas industri kreatif, entreprenuer maupun UKM yang berada di Kalimantan Barat.

Melihat potensi dan untuk meningkatkan eksistensi industri di Kalimantan Barat, Mafitzra Al Fikri pelaku wirausaha IT, berinisisasi mendirikan  wadah yang representative sejak tahun 2010, sehingga terbentuklah Pontianak CreativeAssociation (PCA). Dimana wadah bagi pelaku industri kreatif dapat memiliki akses maupun jaringan tidak hanya di lokal, akan tetapi dapat merambah ke luar negeri.
 “ Wadah ini berbentuk asosiasi yang berpayung hukum serta terdaftar secara legal di akte notaris, sehingga para pelaku industri kreatif dapat mengembakan, menyalurkan, bahkan membina, yang tujuan akhirnya para wirausaha tersebut dapat memiliki basis IT sesuasi kompetensi industri, kami bekerjasama tidak hanya dengan pemerintahan setempat, akan tetapi di Bandung, Jakarta, bakan ke Malaysia dan Brunai, “ papar Mafitzra.
Mafitzra berharap para pelaku industri kreatif lokal di Kalimantan Barat, terutama yg berbasis IT dapat menjadi pelaku di negeri sendiri, dalam bersaing menghadapi persaingan industri di tingkat nasional dan mempersiapakan menghadapi pasar bebas Asean.
“Asosiasi ini sudah memiliki 265 orang anggota dan terus bertambah di tiap tahunnya, semua anggota terdiri dari berbagai IKM, kuliner, periklanan, arsitektur, permesinan, event organizer, perfilman, kerajinan tangan, musik dan banyak lainnnya.”
“Saya berharap pada pasar bebas ASEAN, industri dan pangsa pasar harus ditumbuhkan di negeri sendiri, bukan berkiblat atau berorientasi ke luar negeri sehingga bisa lebih banyak menyerap SDM lokal, bukan SDM kita yang malah di ekspor keluar,” kata Mafitzra menjelaskan.
Mafitzra juga menyampaikan akan kekhawatirannya apabila pelaku industri kreatif tidak siap menghadapi pasar bebas ASEAN yang tinggal beberapa bulan lagi. “Daerah kita berbatasan darat langsung dengan dua negara tetangga, dan ini bisa menjadi potensi sekaligus ancaman bagi industri IT di dalam negeri,” ucapnya.
Yenni Susilawati selaku Kabid Industri Disperindag Provinsi Kalbar menyambut dengan baik aosiasi yang sudah berjalan selama empat tahun ini, beberapa kegiatan Disperindag  “Saya senang jika banyak komunitas-komunitas yang aktif dalam wirausaha industri kreatif, mereka tentunya memerlukan wadah, sekalipun pemerintah turut membantu dalam pembinaan, akan lebih baik komunitas wirausaha dapat menjadi kader-kader berikutnya yang dapat melatih dan membina industri kreatif,” katanya.

Diberitahukan oleh Utin Asiati selaku Penyuluh Industri Disperindag Provinsi Kalbar, agar komunitas industri lainnya dapat turut bergabung ke PCA agar makin mudah mendapatkan akses maupun informasi, “Hari sabtu ini bersama PCA kami mengajak tiap perwakilan komunitas wirausaha untuk datang berdiskusi di Disperindag, demi menyambut MEA sekaligus pengajuan program industri kreatif,”

2 thoughts on “Pontianak Creative Asosiasi Merangkul Komunitas Industri Kreatif Se Kalbar

  1. Hebat ya malaysia lompat langsung ke bandung kerjasamanya. Jadi kapan ni kerjasama dengan pontianak, secara letak geografis kedua daerah lebih dekat..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *