Menjadi Blogger di Era Serba Cepat
Sebagai seorang blogger dan content creator, kadang saya merasa waktu 24 jam sehari itu tidak pernah cukup.
Pagi hari menulis artikel, siang mengedit foto, sore membuat video reels untuk Instagram dan TikTok, malam mengejar deadline artikel berikutnya. Belum lagi berbagai pekerjaan rumah tangga yang juga menunggu untuk diselesaikan.
Saat ini, brand yang bekerja sama dengan blogger tidak lagi hanya meminta artikel. Banyak yang menginginkan paket lengkap berupa artikel blog, Instagram Reels, TikTok, hingga unggahan media sosial lainnya.
Akibatnya, saya sering bekerja di mana saja. Kadang di rumah, kadang di kafe, kadang di hotel saat menghadiri acara, bahkan saat menunggu anak les sekalipun.
Karena itulah saya selalu tertarik ketika ada laptop baru yang menjanjikan produktivitas lebih tinggi.
Maka ketika ASUS mengundang saya menghadiri Media Gathering di Hotel Ibis Styles Semarang Simpang Lima pada 23 Juni 2026, saya langsung penasaran dengan produk yang akan diperkenalkan.
Ternyata bintang utamanya adalah ASUS ExpertBook Ultra
Dan seperti biasa, saya tidak datang sendirian.
Queen ikut menemani saya.
ASUS dan Acara yang Selalu Ditunggu

Saat mendengar kata “peluncuran laptop bisnis premium”, banyak orang mungkin membayangkan ruangan penuh pria berkemeja dengan diskusi teknis yang serius. Namun suasana ASUS Media Gathering di Ibis Semarang justru berbeda. Mayoritas peserta adalah para blogger perempuan dari komunitas Blogger Gandjelrel, bahkan beberapa datang bersama anak mereka yang masih kecil-kecil.
Jujur saja, salah satu alasan saya selalu senang ketika ASUS mengadakan acara adalah karena mereka selalu totalitas.
Venue-nya nyaman.
Makanannya enak.
Goodie bag-nya selalu menarik.
Dan yang paling seru, hampir selalu ada games dengan hadiah yang bikin peserta semangat memperhatikan materi.
Kemarin pun demikian.
Sejak awal acara, panitia sudah mengumumkan bahwa akan ada kuis Kahoot dengan hadiah Rp1 juta untuk juara ketiga, Rp2 juta untuk juara kedua, dan Rp3 juta untuk juara pertama.
Mendadak semua peserta langsung fokus.
Tidak ada lagi yang sibuk bermain ponsel.
Tidak ada lagi yang mengobrol sendiri.
Semua mata tertuju ke layar presentasi.
Saya pun ikut serius menyimak.
Sayangnya, dari 10 soal yang diberikan saya hanya berhasil menjawab 7 soal dengan benar. Tiga soal meleset karena memang harus mengingat detail spesifikasi yang cukup banyak.
Ya sudahlah, mungkin rezekinya belum di sana.
Kesan Pertama: Ringan Banget!

Dan kesan pertama saya cuma satu.
Ringan banget!
Serius.
Berat laptop ini hanya sekitar 990 gram.
Bahkan belum sampai 1 kilogram.
Awalnya saya pikir angka itu hanya terdengar keren di atas kertas.
Ternyata ketika dipegang langsung, memang terasa berbeda.
Saking ringannya, saya sempat beberapa kali mengangkat dan menurunkan laptop itu hanya untuk memastikan bahwa saya tidak salah merasakan.
Rasanya seperti membawa buku tebal, bukan laptop premium.
Sebagai blogger yang sering bekerja dari berbagai tempat, bobot seperti ini jelas sangat membantu.
Punggung dan bahu pasti lebih bersahabat jika harus membawa laptop seharian.
Berani Angkat dari Layarnya

Hal lain yang membuat saya penasaran adalah kekuatan bodinya.
Saya mencoba memegang laptop hanya dari bagian layarnya.
Biasanya saya tidak berani melakukan hal seperti ini pada laptop lain.
Takut layarnya tertekan.
Takut engselnya bermasalah.
Namun ASUS ExpertBook Ultra tetap terasa kokoh.
Layarnya aman.
Laptop tetap menyala normal.
Tidak ada tanda-tanda bodi melintir atau engsel terasa rapuh.
Saat itulah saya mulai memahami mengapa ASUS begitu percaya diri menyebut laptop ini sebagai laptop bisnis premium.
Ketika Laptop 1 Cm Ditindih 100 Kg

Salah satu bagian paling menarik selama acara adalah demonstrasi ketahanan laptop.
Tim ASUS menaruh beban hingga 100 kilogram di atas laptop.
Jujur saja, saya sempat menahan napas.
Dalam pikiran saya hanya ada satu pertanyaan.
“Benarkah laptop setipis ini kuat menahan beban sebanyak itu?”
Ternyata jawabannya iya.
Laptop tetap aman.
Masih menyala.
Masih berfungsi normal.
Sebagai seorang ibu sekaligus content creator, demonstrasi ini terasa sangat relevan.
Saya langsung teringat cerita seorang teman penulis yang laptopnya pernah diduduki anak balitanya hingga membuat layar rusak.
Saya juga teringat pengalaman pribadi ketika Queen tiba-tiba memeluk saya saat sedang bekerja di depan laptop sambil minum kopi.
Akibatnya?
Kopi terciprat ke keyboard.
Untung laptop saya waktu itu masih selamat.
Karena itulah fitur ketahanan seperti ini bukan sekadar gimmick.
Dalam kehidupan sehari-hari, kejadian tak terduga memang sering terjadi.
Disiram Air dan Tetap Hidup

Kalau demonstrasi beban 100 kilogram sudah membuat peserta tegang, demonstrasi berikutnya lebih membuat saya deg-degan.
Laptop disiram air.
Langsung.
Di depan peserta.
Dan tetap menyala.
Tentu bukan berarti laptop ini boleh dipakai berenang atau sengaja dimandikan setiap hari.
Namun setidaknya fitur ini memberikan rasa aman tambahan bagi pengguna yang sering bekerja sambil menikmati kopi, teh, atau minuman lainnya.
Ceraluminumâ„¢: Material Premium yang Bukan Sekadar Cantik

Salah satu hal yang paling membuat saya penasaran saat mencoba ASUS ExpertBook Ultra adalah material bodinya. Dari tampilannya memang terlihat premium dengan finishing yang elegan. Namun ternyata keunggulannya bukan hanya soal penampilan.
Tim ASUS menjelaskan bahwa laptop ini menggunakan Ceraluminumâ„¢, material inovatif hasil perpaduan keramik dan aluminium yang dikembangkan ASUS. Material ini dirancang agar tetap ringan, tetapi memiliki ketahanan yang jauh lebih baik dibanding aluminium biasa. Bahkan saat presentasi, narasumber mengibaratkan tingkat kekerasannya mendekati berlian, sehingga permukaannya tidak mudah tergores dan lebih awet untuk penggunaan jangka panjang.
Ketika Queen Ikut Mengetik dengan Tangan Kotor, Saya Baru Paham Kenapa Fitur Ini Penting
Sebagai seorang ibu, saya tahu betul bahwa laptop sering kali bukan hanya dipakai oleh pemiliknya.
Kadang anak ikut penasaran.
“Ma, aku mau ngetik juga.”
Lalu… naiklah tangan mungil yang habis makan biskuit, habis pegang cokelat, atau habis bermain ke atas keyboard maupun bagian cover laptop. 😂
Belum lagi kalau yang punya anak masih balita.
Ada yang hobi mencoret apa saja menggunakan pensil.
Ada pula yang iseng menggesek-gesek benda di sekitar menggunakan mainannya.
Jujur, saya termasuk orang yang cukup sayang dengan laptop. Jadi ketika melihat demonstrasi ASUS ExpertBook Ultra, saya langsung penasaran ingin membuktikannya sendiri.
Saya mencoba menyentuh bodi laptop dengan tangan.
Tidak muncul bekas sidik jari berminyak seperti yang sering saya lihat pada laptop lain.
Lalu saya mencoba mencoret permukaannya menggunakan pensil.
Hasilnya?
Bekas coretan sangat mudah dibersihkan.
Masih penasaran, saya ikut menggores permukaannya menggunakan anak kunci.
Saya sempat deg-degan.
Takut benar-benar tergores, laptop mahal ini Gaes.
Namun setelah dilihat kembali, permukaannya tetap mulus.
Tidak meninggalkan bekas yang berarti.
Barulah saya mengerti ketika tim ASUS menjelaskan bahwa material bodi ASUS ExpertBook Ultra menggunakan Ceraluminumâ„¢, material premium yang dikembangkan ASUS. Material ini memiliki ketahanan gores yang sangat tinggi sekaligus tidak mudah meninggalkan noda sidik jari, sehingga laptop tetap terlihat bersih meskipun digunakan setiap hari.
Sebagai seorang ibu sekaligus content creator, saya merasa fitur ini mungkin terdengar sepele bagi sebagian orang.
Padahal justru sangat berguna.
Karena saya yakin banyak orang tua yang pernah mengalami hal-hal seperti ini:
- Anak tiba-tiba ikut mengetik dengan tangan yang masih kotor.
- Laptop dicoret menggunakan pensil.
- Permukaan laptop dipenuhi bekas sidik jari setelah dipakai seharian.
- Kunci motor atau benda lain di dalam tas bergesekan dengan laptop.
Kalau menggunakan laptop biasa, saya pasti langsung panik.
Namun melihat sendiri bagaimana ASUS ExpertBook Ultra mampu melewati “ujian” tersebut membuat saya jauh lebih tenang.
Laptop ini memang dirancang untuk dipakai bekerja keras setiap hari, bukan sekadar disimpan agar tetap terlihat mulus.
Sound yang Bikin Kaget

Selain bobot dan durabilitas, hal lain yang membuat saya terkesan adalah kualitas audionya.
ASUS ExpertBook Ultra dibekali enam speaker.
Ketika digunakan untuk demonstrasi, suaranya terdengar lantang, jernih, dan detail.
Biasanya laptop bisnis tidak terlalu fokus pada kualitas audio.
Namun yang satu ini berbeda.
Untuk kebutuhan meeting online, menonton video, atau mengedit konten, kualitas suaranya benar-benar terasa premium.
Fitur AI yang Langsung Menarik Perhatian

Di antara banyak fitur yang diperkenalkan, ada satu fitur yang langsung membuat saya tertarik.
Yaitu kemampuan live subtitle dan terjemahan otomatis dalam berbagai bahasa.
Bayangkan jika suatu hari harus mengikuti webinar internasional, meeting dengan klien luar negeri, atau menonton presentasi dalam bahasa asing.
Laptop dapat membantu menampilkan subtitle secara langsung.
Bagi saya yang bekerja di dunia digital, fitur seperti ini bukan hanya keren, tetapi juga sangat berguna.
Reaksi Queen: “Wah, Mahal Ya Laptopnya!”

Di antara semua penjelasan yang diberikan ASUS, komentar paling jujur justru datang dari Queen.
Ketika mendengar harga laptop ini mencapai puluhan juta rupiah, ia langsung berkata:
“Wah, mahal ya laptopnya.”
Saya hanya tertawa.
“Iya, Nak.”
Namun setelah melihat langsung kualitas material, layar OLED 3K yang tajam, baterai hingga 26 jam, audio premium, fitur AI, serta keamanan kelas enterprise, saya mulai memahami mengapa laptop ini berada di kelas premium.
Berapa Harga ASUS ExpertBook Ultra di Indonesia?
Saat diperkenalkan dalam ASUS Media Gathering Semarang, ASUS ExpertBook Ultra disebut hadir dalam beberapa konfigurasi premium. Saat artikel ini ditulis, model ASUS ExpertBook Ultra (B9406CAA) sudah tersedia di ASUS eStore Indonesia dengan harga mulai sekitar Rp47.999.000, tergantung varian dan promo yang berlaku.
Goodie bag ASUS
Dan seperti biasa, ada satu hal lain yang membuat Queen senang saat ikut acara ASUS.
Bahkan tumbler yang kami dapatkan langsung diminta olehnya.
Setelah mencoba langsung ASUS ExpertBook Ultra, saya memahami bahwa laptop ini memang bukan ditujukan untuk semua orang.
Laptop ini dirancang untuk profesional yang membutuhkan performa tinggi, mobilitas maksimal, keamanan data tingkat lanjut, dan durabilitas yang bisa diandalkan dalam berbagai situasi.
Sebagai blogger yang setiap hari berpindah antara menulis artikel, membuat reels, mengedit konten, dan mengurus keluarga, saya bisa melihat bagaimana laptop seperti ini mampu membantu pekerjaan menjadi lebih nyaman dan produktif.
Memang harganya tidak murah.
Namun ketika melihat apa yang ditawarkan, saya mengerti mengapa Queen sampai berkomentar,
“Wah, mahal ya laptopnya.”
Karena kualitasnya memang tidak kaleng-kaleng. 😊
