10 cara mencegah bullying pada anak

“Pesek, pesek!” “Elek, elek.” “Item-item.” “Wah kok ireng? ini bayinya ikut ke sawah apa?” “Nangisnya kenceng banget, cengeng ini anaknya.” “Ini si adik cantik banget, putih bersih. Kok kakaknya hitem dekil gitu.” “Nangisnya kenceng banget kayak punya hutang aja, Itu bapak ibumu punya hutang biasa aja.” So much annoyying yes!

10 Cara Mencegah Bullying Pada Anak
Ilustrasi anak yg sedang di bully temannya

Kali ini saya akan sharing tentang bully, mulai dari apa sih itu bully? penyebabnya, dampak bully, bentuk bully, dan cara mengatasinya, terutama  cara mencegah bullying pada anak. 

Berkata baik atau DIAM!

Ucapan-ucapan diawal sebelumnya merupakan secuil contoh bully terhadap anak kecil bahkan bisa ditujukan untuk bayi yang baru lahir. Bahkan bayi yang baru belum berusia satu bulan bisa saja menghadapi serangan bully fisik dari orang-orang terdekatnya.

Seperti pengalaman saya ketika baru melahirkan, bayi saya kerap dijahati oleh seorang anak yang berusia tiga tahun sebut saja KY. Jika bayi saya tidak dijaga dengan serius sedangkan di rumah ada si KY, maka dia selalu mencuri kesempatan untuk menyakiti bayi saya dengan cara menginjak kepalanya, memukul, mencubit, menggigit, meludahi, mendorong, menjambak, membuat kegaduhan, dan berteriak-teriak agar bayi saya tidak bisa tidur tenang.  Hal yang paling ajaib bagi saya adalah orangtua KY merasa hal tersebut bukanlah suatu masalah besar dan bilang ke saya “NAMANYA JUGA ANAK-ANAK.” dan bisa-bisanya berkata “Makanya anaknya dijaga yang bener.”

Tapi saya tidak akan memperpanjang tulisan ini dengan cerita saya sebagai korban bully, atau menjadi pelaku bully juga pernah sih,  atau kisah heroik saat membantu korban bully. Kita fokus tentang bully itu sendiri aja ya. Sesuatu hal yang teramat-amat salah dan berefek cukup panjang.

Saya coba buat konten youtube super amatiran, dengan bantuan Aurin, Indri, dan Wida (teman-temannya Queen) sebagai aktor. Sebelum pemotretan dan pembuatan video saya bertanya ke mereka tau gak sih bully itu apa? Mereka semua menjawab tidak tahu. Namun setelah pemotretan mereka baru mengerti bully itu apa.

Apa sih bullying itu?

Bullying adalah bahasa inggris yang diterjemahkan artinya : Penindasan, perundungan, perisakan, pengintimidasian. Penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang berkelanjutan melalui kata, tindakan, atau sosial yang menyebabkan kerusakan fisik dan mental manusia.

Bullying dapat kita artikan sebagai perilaku intimidasi yang dapat dilakukan berulang untuk melukai individu baik emosional maupun fisik dan melibatkan ketidakseimbangan kekuatan di mana pelaku mendominasi dan korban menjadi pihak yang lemah.

Bullying saya artikan secara pribadi sebagai suatu tindakan atau ucapan menyebalkan yang berulang demi mengganggu kedamaian hidup orang lain. Bullying mempunyai potensi untuk menghancurkan sebuah kehidupan. Kasus seseorang yang bunuh diri akibat dibully atau ditindas sudah banyak terjadi.

Penyebab terjadinya bully

Penyebab bully dari sisi korban.

Penyebab bully bisa datang dari faktor korban maupun pelaku. Berikut penyebab bully dari sisi korban:

  1. Penampilan fisik.

Penampilan fisik merupakan kasus bully yang paling umum terjadi. Seseorang yang nampak berbeda biasanya dijadikan target untuk dibully. Contoh, kekurangan atau kelebihan berat, menggunakan kacamata, gigi tongos, kulit hitam, menggunakan pakaian yang tidak keren di mata kawan-kawannya.

2. Ras

Seorang anak yang rasnya berbeda dan memasuki suatu lingkungan tertentu dan dianggap minoritas bisa menjadi target bully. Apalagi bila lingkungan tersebut suatu komunitas yang homogen.

3. Orientasi seksual

Seseorang yang teridentifikasi sebagai lesbian, gay, dan transgender seringkali mendapatkan perilaku bully. Terutama di tempat yang masih asing dengan isu LGBT atau menolak keras LGBT.

4. Terlihat lemah

Seperti dikatakan sebelumnya bahwa bullying melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan juga korban. Pelaku tentunya merasa sebagai pihak yang lebih kuat dan dapat mengintimidasi korban yang lebih lemah.

5. Terlihat tidak mudah bergaul

Individu yang terlihat tidak mudah bergaul dan memiliki sedikit teman juga dapat terlihat lebih lemah dan membuat bully berpikir dapat mendominasi mereka. Sekelompok bully juga berpotensi melakukan bully pada kelompok yang dianggap lebih lemah dari kelompok mereka.

Penyebab bullying dari sisi pelaku.

  1. Memiliki masalah pribadi
  2. Iri, dengki, cemburu
  3. Dendam
  4. Pernah menjadi korban bullying
  5. Kurang pemahaman
  6. Cari perhatian
  7. Kesulitan mengendalikan emosi
  8. Kurang empati
  9. Merasa bullying itu menguntungkan
  10. Keluarga yang tidak harmonis.

Ciri Pelaku Bullying

Para pembully sebagian ada yang secara sadar dan sengaja melakukan pembullyan dengan suatu alasan atau bentuk pelampiasan. Tapi yang lebih buruk adalah beberapa pelaku bully yang tidak sadar bahwa dirinya pembully. Tidak mengerti, menganggap cuma bercandaan biasa, menganggap dirinya lebaih bagus, bahkan tetap merasa tidak bersalah ketika diingatkan bahwa ucapan atau tindakan mereka tersebut tidak baik.

EXCLUSIVE  Budaya Gemar Membaca

Pelaku bullying bisa siapa saja tanpa mengenal usia dan gender. Beberapa ciri pelaku tukang bully mungkin dapat terlihat seperti :

  • Memiliki keinginan untuk mengendalikan orang lain
  • Fokus pada diri sendiri
  • Memiliki ketrampilan sosial yang buruk
  • Kurang empati
  • Sering merasa tidak aman dan nyaman menganggu orang lain
  • Mengalami kesulitan dalam memahami emosi seperti rasa bersalah, empati, belas kasih, dan kasihan.

Dampak bully

Tindakan bully tentunya harus dimusnahkan dari muka bumi. Namun ternyata menghapus bully dari peradaban tidaklah mudah. Semenjak zaman manusia masih menyembah bebatuan dan hewan-hewan, sampai zaman teknologi sekarang ini. Ajaibnya ketololan ini masih saja bisa kita temukan di lingkungan terdekat sekitar kita, gak anak-anak, gak orang tua, sama aja bisa menjadi sosok pembully. Termasuk kita sendiri bisa jadi pernah membully atau korban bully.

Berikut adalah beberapa efek samping bully yang dapat terjadi adalah

  • Ketakutan.
  • Stres, depresi, atau gangguan kecemasan
  • Mental down atau mental illnes
  • Timbul pemikiran untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri.
  • Mengalami masalah di sekolah.
  • Memiliki masalah suasana hati, gangguan tidur, kurang nafsu makan, dan juga tingkat energi melemah.

4 Bentuk bully

  1. Bullly fisik.

Memukul, menendang, meninju, menampar, mendorong sampai jatuh, menjambak, merusak barang atau suatu properti,  bersikap kasar dengan gestur tubuh, meludah. Bagian kata yang saya tebalkan sudah bagian dari tindakan kriminalitas yang bisa dilaporkan ke pihak berwajib. Jika ada menemukan kejahatan tersebut harap segera dilaporkan untuk ditangani oleh hukum.

2.  Bully verbal atau kata-kata.

Verbal bullying seperti pemanggilan nama yang merendahkan, membentak, menghina, mengejek, mengolok, menggoda dengan tidak pantas, homofobia, rasis, komentar yang tidak pantas, menakut-nakuti, mengancam.

Mencemarkan nama baik juga bisa dijadikan kasus pidana.

3. Bully sosial

Mempermalukan di depan publik, merusak reputasi orang lain, mengucilkan, menyebar gosip atau fitnah, menghancurkan hubungan orang lain.

4. Bully dunia maya (cyber bully)

Memposting atau mengirim email, gambar, atau video yang menyakitkan. Mengancam via online, memalsukan akun orang lain, atau menggunakan akun orang lain  untuk menjelek-jelekkan. Menyebarkan berita hoax.

EXCLUSIVE  Budaya Gemar Membaca

Cara Mengatasi Bully

Bully merupakan masalah yang cukup serius karena memiliki dampak yang berkepanjangan baik dari sisi korban maupun pelaku. Peran orang tua, keluarga, guru, lingkungan sekitar, dan siapapun  harus saling bantu membantu untuk mengatasi bullying.

Abaikan penindas dan jauhi. Bantu seseorang yang menjadi korban bully, jangan hanya menonton apabila ada kejadian pembullyan. Bicara pada pelaku bahwa apa yang dilakukan atau diucapkannya adalah sebuah kesalahan dan bisa jadi berbahaya.

Memadamkan cahaya lilin seseorang tidak membuatmu menjadi lebih bersinar.

Menjatuhkan seseorang tidak menolongmu untuk mencapai tangga teratas.

Hal yang tidak kalah pentingnya aadalah tunjukkan keberanian dan tingkatkan rasa percaya diri. Perlihatkan pada lingkungan sekitar bahwa Anda bukan orang yang lemah dan mudah untuk ditindas.

Jika seseorang berusaha untuk menjatuhkanmu, itu berarti bahwa dirimu sudah berada di atas mereka. Pikiran negatif tidak akan pernah memberikanmu kehidupan yang positif.

10 Cara Mencegah Bullying Pada Anak

  1. Jauhkan anak yang masih bayi atau balita dari lingkungan negatif dan pelaku bully. Jika Anda tinggal di lingkungan negatif maka sangat baik sekali jika hijrah secepatnya.
  2. Ajarkan anak untuk mengenali tanda-tanda penindasan
  3. Memastikan anak tidak menjadi pembully dengan mengajarkannya untuk bersikap baik, ramah, dan sayang teman.
  4. Mengajari anak untuk bercerita
  5. Mengajak anak untuk menonton video tentang pembullyan dan cara mencegahnya
  6. Mengajarkan anak untuk tidak mudah sedih atau merasa dihina, dan dapat menerima kritikan dengan baik.
  7. Selalu mengingatkan anak bahwa mereka tidak pernah benar-benar sendirian.
  8. Ajarkan anak untuk segera menjauh bila sekiranya ada pelaku bully yang berbahaya.
  9. Mengingat dengan baik tujuan menjadi orangtua
  10. Menjadi suri tauladan yang baik bagi anak-anak
  11. Terus melakukan kebiasaan positif

Salah satu surah di dalam Al-Quran yang menjadi pegangan saya apabila menghadapi suatu hal yang tidak mengenakkan:

“Jika kalian ingin melakukan pembalasan, balaslah sesuai dengan yang mereka telah lakukan kepadamu, namun sesungguhnya memberikan maaf itu jauh lebih baik bagi orang -orang yang sabar.” (QS Asy-Syu’ara’:126)

Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.

 

Written by

Sang Maya

Professional Dreamer yang lahir di Kota Khatulistiwa Pontianak 2 Agustus 1986 dan sekarang fokus menjadi penulis buku dan Mom Blogger.

Pernah menempuh pendidikan formal di :
MIN Bawamai Pontianak
MTSN 1 Pontianak
MAN Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat.
S1 di fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta angkatan 2005.

Pengalaman karir :
- Head of Costumer Relation Management Dompet Dhuafa - Kaltim 2011-2014.
- Wartawati media Suara Pemred 2014-2015.
- Penggerak Pelapak bukalapak.com 2016-2017.

Setelah menikah pada April tahun 2015 lebih memilih menjadi Ibu rumah tangga, dan entrepreneur independen baik secara offline maupun online.

Komunitas yang diikuti :
Nulis Buku Club Balikpapan 2012-2014,
Readers Club Balikpapan
Komunitas Blogger Pontianak. 2016
English Travelling Community 2017
Mini Lesson 2017
Blogger Perempuan 2017
Blogger Perempuan GandjelRel 2019

Hobies :
Nonton, main game, baca buku, travelling, nulis, jualan dan menyebarkan semangat kebaikan dalam entreprenuer maupun kepenulisan.

Karya :
1. BODAS (novel2016)
2. ONE SHOOT (antologi cerpen 2017)