Apakah Konten Kita Harus Viral? Viral itu Apa Sih? 1
REVIEW

Apakah Konten Kita Harus Viral? Viral itu Apa Sih?

Asalamualaikum  wahai jiwa-jiwa yang tenang dan sedang menuju jalan pulang.

Saya cerita saja ya, saya punya beberapa akun media sosial yang saya beri nama pena saya yakni Sang Maya, seperti personal web ini juga sang maya.

Dulu semangat sekali saya mengisi web dengan berbagai tulisan, dari menulis yang asal-asalan sampai menulis yang pakai riset.

Lalu dari menulis dan membagikannya di sosial media, rasanya tidak ada konten-konten saya yang viral.

Lagipula niat awalnya juga memang bukan untuk viral sih ya.

Tapi sebenarnya perlu tidak sih konten kita sebagai blogger atau pembuat konten menjadi viral?

Viral itu apa ya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata viral adalah menyebar luas dengan cepat.

Kata viral biasanya digunakan sebagai istilah di dunia maya untuk menggambarkan cepatnya penyebaran suatu berita atau informasi.

Lalu apakah konten-konten kita harus viral?

Kalau saya pribadi ya tidak perlu, karena tujuannya bukan viral, viral itu bagi saya bonus saja.

Apa sinonim viral?

Definisi viral dalam bahasa Inggris memiliki sinonim virus.

Kembali ke niat yang membuat konten ingin apa, apakah kontennya harus viral agar apa?

Kalau kontennya dibuat dengan tujuan yang baik dan kemudian jadi viral hingga banyak yang mengikutinya, Masya Allah dengan izin Allah konten yang ia buat menjadi ladang pahala yang berkesinambungan untuknya. Asik g tuh?

Contoh konten viral yang baik seperti konten bersedekah, konten bershalawat, konten-konten yang mengajak kebaikan.

Pernah kan seorang bapak yang membuat program nasi Rp 3.000 yang akhirnya viral dan banyak diundang media.

Program kebaikan beliaupun akhirnya banyak ditiru dimana-mana, karena menjual nasi harga Rp 3.000

Si Bapak memang menjual nasi hanya Rp 3.000, dimata pembinis pasti akan rugi, namun karena niat menjualnya untuk menolong siapapun yang membutuhkan tanpa disangka dirinya menjadi viral dan mendapatkan banyak rezeki lainnya.

Lalu bagaimana dengan konten yang dibuat viral dengan tujuan agar dapat banyak followers, agar banyak dapat pemasukan uang.

Jujur awalnya saya sempat begini juga loh, buat konten agar banyak yang baca, banyak follower, biar banyak duit kan ujung-ujungnya.

Tapi ternyata ujung-ujungnya capek sayanya, ngejar dunia itu capeeek banget, sampai akhirnya berhenti saya posting-posting di sosial media, ternmasuk ngeblog.

Saya Alhamdulillah diberitahu sama Ustad Adi hidayat via konten-kontennya yang berseliweran di FYP tiktok dan Youtube saya bahwa rezeki kita itu sudah ditentukan oleh Allah, yang belum jelas itu surga.

Mati kita sudah ditentukan oleh Allah, semua orang pasti mati, cuma berakhirnya kita di akhirat di kaplingan mana itu yang belum jelas, kaplingan surga kah atau kaplingan neraka.

Jadi gini, ngapain sih kita mepercapek diri kita dengan sesuatu yang sudah di tentukan kadarnya oleh Allah.

Harusnya kita mempercapek diri kita dengan mempersiapkan diri untuk ya kembali ke Allah.

Kerja itu capek, tapi kalau kerjanya diniatkan untuk ibadah In Shaa Allah nilainya beda di mata Allah.

Buat konten itu capek, tapi kalau diniatkan untuk kebaikan sambil menjaga hati agar gak salah niat, In Shaa Allah juga dinilai baik oleh Allah.

Nah kita wahai pembuat konten baik itu, artikel, foto, maupun video, maunya dinilai baik oleh manusia atau Allah?

Mau viral di dunia? atau viral di langit? Mau viral oleh manusia atau malaikat?

Kita bisa loh viral di langit dibicarakan oleh para malaikat gitu.

Bismillah wa Astagfirullah wa atubu ilaih, cara viral dilangit adalah sebagai berikut:

  1. Perbanyak dzikir mengingat Allah
  2. Perbanyak shalawat kepada Nabi
  3.  Ikuti kajian-kajian agama

Nah begitulah teman-teman semua, semangat terus ya untuk membuat konten-konten kebaikan, sekalipun gak viral di dunia gpp, yang penting viral di langit.

Semoga semua konten yang telah kita buat menjadi keberkahan bagi kita dan yang membacanya. Amiin ya Rabb

 

 

 

 

 

 

Professional Dreamer yang lahir di Kota Khatulistiwa Pontianak 2 Agustus 1986 dan sekarang fokus menjadi penulis buku dan Mom Blogger.Pernah menempuh pendidikan formal di : MIN Bawamai Pontianak MTSN 1 Pontianak MAN Ponpes Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat. S1 di fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta angkatan 2005.Pengalaman karir : - Head of Costumer Relation Management Dompet Dhuafa - Kaltim 2011-2014. - Wartawati media Suara Pemred 2014-2015. - Penggerak Pelapak bukalapak.com 2016-2017.Setelah menikah pada April tahun 2015 lebih memilih menjadi Ibu rumah tangga, dan entrepreneur independen baik secara offline maupun online.Komunitas yang diikuti : Nulis Buku Club Balikpapan 2012-2014, Readers Club Balikpapan Komunitas Blogger Pontianak. 2016 English Travelling Community 2017 Mini Lesson 2017 Blogger Perempuan 2017 Blogger Perempuan GandjelRel 2019Hobies : Nonton, main game, baca buku, travelling, nulis, jualan dan menyebarkan semangat kebaikan dalam entreprenuer maupun kepenulisan.Karya : 1. BODAS (novel2016) 2. ONE SHOOT (antologi cerpen 2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *