Bangkitkan Permainan Tradisional Untuk Anak-anak
REVIEW

Bangkitkan Permainan Tradisional Untuk Anak-anak

Bangkitkan Permainan Tradisional Untuk Anak-anak Fakta yang terjadi saat ini kebanyakan anak-anak terutama yang tinggal di wilayah perkotaan lebih akrab bahkan sampai ketergantungan dengan gadget. Permainan tradisional untuk anak-anak saat ini mengalami krisis karena makin dilupakan dan tidak dimainkan lagi. Padahal permainan tradisional lebih banyak manfaatnya untuk tumbuh kembang anak karena lebih aktif bermain di luar ruangan dan bersosialisasi dibandingkan bermain game online atau gadget lainnya.
 
Bangkitkan Permainan Tradisional Untuk Anak-anak
Bangkitkan Permainan Tradisional Untuk Anak-anak
 
 
    Indonesia dengan aneka keberagaman budayanya memiliki banyak permainan tradisional untuk anak-anak. Di beberapa tempat permainan tradisonal bahkan berbeda-beda. Permainan tradisonal memang lebih banyak dimainkan oleh anak-anak kampung dibandingkan oleh anak-anak kota yang lebih menyukai smartphone atau game online di warnet. 
 
    Untuk lebih memperkenalkan dan membangkitkan permainan tradisional untuk anak-anak. Setiap elemen harus aktif mengkampanyekan permainan tradisional. Jangan hanya menunggu program pemerintah. Permainan tradisional bisa diperkenalkan lebih dahulu oleh orangtua yang merupakan sosok paling dekat dengan anak. 
 
   Kebijakan orangtua untuk memperkenalkan permainan tradisonal kepada anak-anaknya lebih baik ketimbang mereka memberikan gadget. Selain orangtua pihak berikutnya adalah sekolah dan masyarakat sekitar yang juga harus aktif mengkampanyekan permainan tradisional untuk anak-anak yang merupakan warisan unsur budaya Indonesia. 

 

Bangkitkan Permainan Tradisional Untuk Anak-anak
Sumber Foto  : Pinterest – Bangkitkan Permainan Tradisional Untuk Anak-anak

 

 
BANGKITKAN PERMAINAN TRADISIONAL UNTUK ANAK -ANAK
 
1. Meriam Bambu
2. Gerobak Sodor
3. Congklak
4. Petak Umpet
5. Pletokan
6. Ular Naga
7. Engklek, Engkleng, atau lompat taba. (sebutan di beberapa daerah berbeda)
8. Gundu, Guli, atau kelereng.
9. Layangan
10. Ketapel
11.Lompat tali
12. Bentengan
13. Bola Kasti
14. Bola Bekel
15. Boi-boian
16. Engrang
17. Dorongan Band
18. Gasing
19. Jentik atau Bentik
20. Masak-masakan
21. Tarik Tambang
22. Balap Karung
23. Yoyo
24. Dam-daman
25. Cublak-cublak suweng
26. Pathil lele
27. Perang-perangan pakai senapan batang pisang 😀
 
   Mungkin masih banyak lagi permainan tradisional lainnya yang belum disebutkan. Permainan tradisional saat ini dikenal dengan sebutan permainan zaman dahulu. Karena memang pada zaman dahulu belum ada internet, belum ada gadget, belum ada game online seperti yang ada di zaman sekarang. Kecanggihan teknologi dan kurang bijaknya orangtua  ataupun pendidik membuat permainan tradisonal untuk anak-anak makin terlupakan.
 
     Permainan anak-anak perempuan biasanya lebih bersifat keibuan. Anak-anak perempuan pada umumnya lebih senang bermain dengan boneka. permainan tradisional anak-anak perempuan biasanya rumah-rumahan, dokter-dokteran, masak-masakan. Tetapi permainan ini juga terkadang melibatkan anak laki-laki.
 
     Permainan anak laki-laki lebih aktif dan lebih banyak di luar ruangan, seperti bermain bola, mobil-mobilan, kejar lari, kelereng, atau layangan. 
 
     Permainan anak-anak saat ini lebih bersifat online yang sangat mudah untuk di download. Sayangnya permainan game online anak-anak ada yang tidak layak untuk anak-anak karena mengandung unsur kekerasan bahkan seksualitas. Tidak sedikit juga permainan online anak-anak yang memperkenalkan LGBT dengan mengenalkan hubungan sejenis. Hal ini sangatlah bertentangan dengan budaya Indonesia dan tentunya Agama. 
 
    Permainan anak-anak terbaru lebih baik bersifat aktif tanpa gadget. Sehingga permainan anak-anak dapat lebih mendidik. Membangkitkan permainan tradisional untuk anak-anak selain menjaga warisan budaya Indonesia yang harus dijaga, banyak juga manfaat dan esensi-esensi positif untuk tumbuh kembang anak.
 
   Permainan tradisional dapat membuat anak lebih aktif di luar ruangan, tidak hanya mampu mengasah kecerdasan otak dan tubuh, tetapi juga mampu mengasah kecerdasan sosial karena permainan tradisional lebih banyak berinteraksi dengan anak-anak lainnya.  
 
  Permainan tradisional saat ini memang bersaing sengit dengan permainan modern yang berbentuk gadget ataupun game online. Padahal permainan tradisional juga mempunyai filosofi tinggi karena pada umumnya melibatkan lebih dari satu orang.
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *