Kampung Bali di Kayong Utara dan Taman Nasional Gunung Palong Kalimantan Barat
STORIES,  TRAVELLING

Kampung Bali di Kayong Utara dan Taman Nasional Gunung Palong Kalimantan Barat

Kampung Bali di Kayong Utara dan Taman Nasional Gunung Palong Kalimantan Barat 


Nuansa eksotis pariwisata Kayong Utara membuat kepuasan para wisatawan yang berkunjung tidak akan habis kepuasannya untuk menikmati pemandangan alam, dimana banyak tersaji berbagai macam tempat objek wisata dengan sajian panorama alam yang kental dengan keindahan hutan, pantai, gunung serta senja disaat sore hari.
Kampung Bali di Kayong Utara dan Taman Nasional Gunung Palong Kalimantan Barat -Kabupaten Kayong Utara, dimana terdapat banyak obyek wisata dengan kombinasi wisata alam yang asri, sejarah, bahari, dan budaya menjadikan kabupaten ini banyak menarik wisatawan lokal maupun luar negeri.
Kampung Bali di Kayong Utara dan Taman Nasional Gunung Palong Kalimantan Barat
Tugu Pantai Pulau Datok

 

       Masyarakat Kayong Utara asli pada umumnya adalah Melayu. Tetapi, suku bangsa Madura, Bugis, Jawa, dan Bali hidup berdampingan dengan harmonis. Budaya mereka juga berkembang. Satu diantaranya warga transmigrasi asal Bali.

 

Kampung Bali di Kayong Utara dan Taman Nasional Gunung Palong Kalimantan Barat
Seorang Pengunjung Sedang Berpose di depan salah satu pura warga Hindu Kampung Bali Kayong Utara

 

 

 “Sejumlah pura umat Hindu dapat lihat secara dekat, disini mereka menjalankan keyakinannya menyesuaikan dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat,” ucap Ari Hartyan selaku Kasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Kayong Utara.

 

      Dari Kota Sukadana hanya sekitar tujuh Kilometer saya dapat mengunjungi Desa Sedahan dan sekitarnya ini, dimana terdapat Kampung Bali sehingga dapat lihat miniatur Pulau Dewata di Kayong Utara. “Masyarakat Bali yang umumnya hidup sebagai petani, sehari-hari juga menjalankan ritual keyakinan yang mereka anut,” tutur Ari Hartyan yang menjadi guide tim Fam Trip di Kayong Utara.

 

      Amatan saya terhadap hamparan persawahan dan tanaman buah-buahan yang mengelilingi pedesaan ini menjadikan sebuah gambaran kearifan lokal masyarakat memperlakukan alam. Sayangnya akibat musim kemarau panjang membuat tanah di persawahan menjadi kering.

 

         Pemandangan gunung yang menjulang tinggi dengan pohon-pohon besar merupakan penyedia air untuk persawahan. Dari sawah inilah masyarakat setempat hidup, dan menjadi penyedia pangan bagi pesisir selatan Kalimantan Barat.

 

         Jika sudah menginjakkan kaki di Kampung Bali ini, tidak salah mengunjungi ujung desa. Di ujung jalan, dapat ditemukan sebuah proyek irigasi yang disebut dengan Dam Begasing. “Proyek irigasi ini dibangun pada era orde baru. Sebagian masih dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mengairi persawahannya, dan memelihara ternak,” ucap Ari menjelaskan.
Kampung Bali di Kayong Utara dan Taman Nasional Gunung Palong Kalimantan Barat

 

         Ari Hartyan menjelaskan, tampungan air di Dam Begasing ini merupakan aliran dari pegunungan di Taman Nasional Gunung Palong. Tak jauh dari lokasi ini, terdapat kamp penelitian Cabang Panti. “Cukup berjalan satu jam dari Dam Begasing, distulah lokasi itulah sejumlah peneliti luar negeri mencurahkan perhatian mereka meneliti flora dan fauna TNGP, mereka itu ada juga dari Harvard University dan lain-lain, kita dapat melihat orang hutan, dan berbagai jenis kera,” katanya.

 

       Saya juga tidak lupa untuk mengunjungi Pantai Pulau Datuk yang merupakan objek wisata unggulan Kayong Utara, pasalnya pada musim-musim tertentu seperti liburan sekolah, hari-hari raya keagamaan dan libur nasional Pantai Pulau Datuk ini ramai dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar Kota Sukadana.

 

       Lokasi objek wisata Pantai Pulau Datuk berdekatan dengan Taman Nasional Gunung Palung, Pantai Pasir Mayang serta Pantai Tambak Rawang. Pantai ini memiliki letak yang stategis di kaki Gunung Peramas dengan suasana alam yang masih asli tak ayal menjadikan ciri khas tersendiri yang dimiliki pantai ini.

 

         Memasuki muka Pantai Pulau Datuk, kita akan disajikan vegetasi akasia berbaris rapi di sepanjang jalan dengan diiringi pohon-pohon besar lainnya seperti penage hingga semak belukar yang meneduhi dan membawa suasana sejuk di pantai. 

 

      Jika ingin menikmati suasana pagi di pantai ini, maka para pengunjung dapat menikmati udara segar dari sinar matahari pagi yang terbit dari arah Kota Sukadana, naik perlahan menyinari seluruh kawasan Pantai Pulau Datuk. Dikala sore, pengunjung dapat menikmati pemandangan terbenamnya matahari di ufuk barat. Bias sinar matahari yang memerahi langit menambah hening suasana di pantai.

 

         “Disini kita banyak memiliki objek wisata alam dan Pantai Tanjung Datok inilah salah satu potensi alam yang sedang kita kembangkan, “ terang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kayong Utara, Drs. Mas Yuliandi

 

           Pantai Pulau Datuk memiliki luas sekitar 100 Ha, lahan tersebut mencangkup beberapa bagian yang sangat potensial seperti, bagian pantai yang indah, bagian tanjung yang menarik untuk aktivitas, panjat tebing, dan rintangan alam, bagian hutan mangrove di ujung pantai sangat baik untuk pusat penelitian, cagar alam, habitat biota laut serta kegiatan lainnya.

             Binatang langka yang dilindungi yakni orangutan, menjadi ciri khas dari kelengkapan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). TNGP ini juga menjadi buah bibir dunia dengan sejuta misteri kelengkapannya flora dan faunanya, di balik kemampuan menyediakan oksigen yang setara untuk 50 kota sebesar New York.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *