Raup Untung Dari Usaha Rumahan, Hidayat Kembangkan Waffel Olahan Lokal


Waffle telur atau egg waffle yang populer di Hong Kong dan Makao semakin dijajakan di dalam negeri dengan variasi isi yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Kudapan yang dibuat dengan memanggang adonan tepung telur dan susu dalam cetakan waffle dengan beragam rasa produl lokal daerah Kalimantan Barat, disajikan oleh Hidayat (38) selaku owner Awaffel.
Hidayat bersama putrinya mempromosikan produk Awaffel saat pameran di PCC
sangmaya.com- Pria kelahiran Ketapang ini menceritakan sebelumnya pernah membuka usaha pabrik tepung di daerah Sanggau, “Daerah Kalbar kaya akan hasil bumi, sayangnya dianggap tidak bisa diolah, kita coba olah menjadi suatu produk seperti belimbing dara, passion fruit, songgang yang banyak tidak diketahui orang, ternyata bisa menjadi selai dan sirup sehingga buah tradisional tersebut dapat lebih dikenal dan bernilai,” ucap Hidayat bangga.
Hidayat menawarkan Awaffle dengan 18 variasi rasa, mulai dari vanila, coklat, madu, hingga rasa buah-buahan seperti durian, cempedak, pisang, melon, strawberry, jeruk pontianak, mangga kweni, jambu, nenas dan banyak lainnya.
“Variasi isi dan rasa ini disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia yang cukup akrab dengan cokelat ataupun keju yang tentunya kami coba buat sendiri dari daerah sendiri. Semua pilihan rasa bisa digabung sesuai selera, yang jelas saya lebih mengutamakan bahan dari produk lokal, agar semua hasil alam dari daerah kita sendiri,” kata Hidayat.

Hidayat mengaku telah menekuni bisnis kuliner semenjak masih kecil, mengikuti usaha nenek moyangnya yang bergerak di bidang Home Industry. “Dulu nenek maupun ibu saya hanya menjual dari mulut ke mulut, akhirnya mencoba mengimprovisasi, kerjasama dengan Disperindagkop sampai akhirnya bisa buat pabrik,” paparnya.

Disampaikan oleh Hidayat tepung waffel biasanya diambil dari luar daerah Kalimantan Barat, padahal membuatnya tidak begitu susah, sehingga ia mencoba membuat sendiri, akhirnya ia dapat membuat tepung waffel, tepung ketan dan tepung gula.
“Bahan dalam membuat waffel yakni telur, mentega, dan butter. Jadi kita menyediakan camilan yang menyehatkan untuk konsumen. Juga ditambah resep rahasia yang tidak bisa saya bocorkan, yang jelas hampir 70 persen bahan baku menggunakan produk lokal,” ujarnya sambil tersenyum.

Hidayat menjual satu porsi waffle hanya seharga Rp 10.000 , saat membuka usaha pabrik tepung ia membutuhkan modal lebih dari Rp. 200 juta, sedangkan waffel tidak sampai Rp 5juta dengan omzet yang didapat sudah mencapai belasan juta. Ia berharap usahanya bisa menginspirasi orang lain untuk berwirausaha, ia pun bersedia bekerja sama dengan siapa saja yang serius berusaha mengembangkan bisnis.

“Pada prinsipnya, saya mau membantu orang lain dan terbuka untuk siapa saja yang ingin bekerja sama. Saya siap membantu dengan memberikan bimbingan sampai mereka bisa membuka usaha secara mandiri,” tuturnya.

2 thoughts on “Raup Untung Dari Usaha Rumahan, Hidayat Kembangkan Waffel Olahan Lokal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *