Patut Menjadi Teladan, Inilah Sosok Nabi Muhammad yang Menginspirasi

Patut Menjadi Teladan, Inilah Sosok Nabi Muhammad yang Menginspirasi

Patut Menjadi Teladan, Inilah Sosok Nabi Muhammad yang Menginspirasi.

Sosok yang paling menginspirasi dalam hidup saya sepertinya hanya satu orang saja, karena Beliau yang paling patut di contoh dalam seluruh aspek kehidupan.

Teladannya tentang keadilan, kebajikan, kesabaran, serta toleransi kepada sesama patut dijadikan contoh dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara.

Beliau adalah Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi suri teladan yang baik bagi seluruh umat manusia.

Hal ini dipertegas juga dalam Al Qur’an pada surat Al-Anbiya ayat 107 disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmat bagi alam semesta.

Adapun sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW yang dapat menjadi suri tauladan atau inspirasi bagi kita semua adalah sebagai berikut:

1. Shiddiq

Sifat terpuji Nabi Muhammad SAW yang pertama adalah shiddiq, dalam bahasa Indonesia artinya jujur.

Kejujuran Nabi Muhammad SAW tercermin dalam perilakunya sehari-hari. Sejak kecil hingga dewasa, beliau selalu berkata jujur dan mustahil berbohong.

Baik sebagai utusan Allah SWT maupun sebagai seorang pedagang pada masanya, setiap perkataan Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengandung kebohongan sedikitpun.

Karena kejujuran beliau pun, beliau selalu amanah dalam mengemban setiap tanggung jawab.

Kejujuran Nabi Muhammad SAW ini dapat ditiru oleh umat muslim dan diaplikasikan dalam segala aspek kehidupannya. Tak hanya saat bermasyarakat, namun di kesendirian pun sifat jujur ini tetap harus dilakukan.

Di masa sekarang, kejujuran adalah sesuatu yang dinilai mahal harganya. Di berita-berita, banyak diungkap kasus-kasus pencurian, penggelapan dana, dan berbagai kejahatan lainnya yang dilakukan oleh orang kepercayaan.

Baca Juga:  Keutamaan Shalawat Nabi: Amalan yang Dicintai Rasulullah dan Mendatangkan Berkah Hidup

Atau bisa jadi seseorang yang tadinya memegang kejujuran, karena kondisi yang mendesak akhirnya berbalik menjadi orang yang tidak jujur lagi.

Ingatlah bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap Tindakan yang dilakukan oleh manusia. Tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi pandanganNya.

2. Amanah

Sifat jujur yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW akan berimbas pada munculnya sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW lainnya yakni amanah, yang berarti dapat dipercaya.

Nabi Muhammad SAW memiliki kekuatan untuk membangun kepercayaan antar umat manusia.

Nabi Muhammad SAW pun mendapat gelar Al-Amin yang artinya dapat dipercaya.

Sifat ini tentunya berlawanan dengan sifat mustahil yang ada dalam diri Rasulullah SAW yaitu khianat. Tidak mungkin seorang utusan Allah SAW menyimpan dan memiliki sifat khianat.

Sifat amanah ini penting sekali untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam menjalankan tugas sebagai pelajar, pekerja kantoran, pedagang, ibu rumah tangga bahkan pejabat sekalipun sudah sepatutnya mendeladani sifat Nabi Muhammad SAW yang satu ini.

Dalam memegang tanggung jawab, terkadang seseorang akan menghadapi banyak tantangan dan juga godaan.

Namun, apabila hatinya senantiasa condong kepada Allah SWT, maka ia akan menjauhi diri dari sifat khianat.

Orang tersebut pun akan tetap amanah meskipun jalan yang ditempuhnya tidak ringan.

3. Tabligh

Tabligh memiliki arti menyampaikan. Allah SWT menurunkan firman-firmanNya kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril untuk disampaikan ke seluruh manusia di muka bumi.

Baca Juga:  Doa Ramadhan Hari Pertama — Membuka Puasa dengan Hati yang Dihidupkan

Nabi Muhammad SAW pun tidak pernah tidak menyampaikan apa yang dipesankan Allah SWT.

Selama hayatnya, Nabi Muhammad SAW terus melakukan dakwah, menyiarkan agama Islam dan menyampaikan firman-firman Allah SWT yang akhirnya terkumpul menjadi Al-Qur’an, pedoman bagi seluruh umat muslim.

Sifat tabligh ini selalu tercermin dalam kehidupan Rasulullah SAW. Setelah mendapatkan wahyu dari Allah SWT.

Disampaikannya pada semua sahabat Nabi Muhammad. Tidak pernah sedikitpun Nabi Muhammad memiliki niat untuk menyimpannya secara pribadi.

Dalam menyampaikan ajaran agama Islam yang datangnya dari Allah SWT, sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW yang lainnya selalu ditampilkan juga.

Nabi Muhammad SAW menyampaikan apa yang Allah SWT firmankan tanpa ada kebohongan atau sesuatu yang diputarbalikan.

Nabi Muhammad SAW juga selalu menyampaikan hal yang bersifat kebaikan, bukan sebaliknya.

Sifat mulia ini wajib ditiru oleh seluruh umat Nabi Muhammad SAW. Sampaikanlah hal-hal yang baik, jauhkanlah dari perkataan yang buruk dan menyesatkan.

4. Fathonah

Sifat Nabi Muhammad SAW yang berikutnya adalah fathonah, yang memiliki arti cerdas.

Kecerdasan Nabi Muhammad SAW sudah terlihat sejak kecil. Beliau sudah menunjukkan cara berpikir kritis bahkan sejak masih anak-anak.

Kisah Nabi Muhammad SAW di usia dewasa melakukan pekerjaannya seperti berbisnis atau berdagang dengan cara-cara yang cerdas.

Beliau juga menunjukkan intelektualitasnya tatkala melaksanakan dakwah dan menyiarkan agama Islam ke berbagai wilayah.

Jawaban-jawaban cerdas yang keluar dari seorang Nabi Muhammad SAW tak jarang membuat banyak orang terkagum-kagum hingga akhirnya terbuka pintu hatinya dan memeluk agama Islam.

Baca Juga:  20 Quotes Islami Tentang Kehidupan yang Menyentuh dan Menginspirasi

Meskipun beliau menggunakan kecerdasannya untuk berdakwah, beliau tidak pernah merasa lebih pintar dari siapapun.

Beliau tetap rendah hati dan menggunakan kecerdasannya untuk melakukan banyak hal-hal yang membawa kebaikan.

Sifat seperti inilah yang juga harus ditiru oleh kaum muslimin di mana pun berada. Kepintaran dan kecerdasan adalah sesuatu yang diberikan oleh Allah SWT bukan untuk dipamerkan.

Kecerdasan sendiri sudah bisa diasah sejak kecil dengan cara mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis dan menggali lebih dalam rasa ingin tahunya.

Kecerdasan pun selayaknya digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat dan mendatangkan kebaikan untuk diri sendiri juga orang lain.

5. Tawadhu

Sifat terpuji berikutnya yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW adalah tawadhu, artinya adalah rendah hati.

Sifat mulia ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari Nabi Muhammad SAW yang tidak pernah menyombongkan diri meskipun beliau merupakan utusan Allah SWT.

Beliau juga selalu bersikap rendah hati pada siapapun tanpa memandang status sosialnya. Ketika menghadapi cobaan hidup pun Nabi Muhammad tetap menunjukkan dirinya yang rendah hati dan selalu ikhlas menjalaninya.

Inilah yang membuat para sahabat Nabi dan siapapun yang mengenal Nabi Muhammad SAW jatuh cinta dan memuliakan beliau.

Sifat rendah hati ini juga harus dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW sebagai cerminan dari umat muslim.

Janganlah suka bersifat angkuh dan sombong, padahal semua manusia dihadapan Allah SWT adalah sama.

Janganlah pula menyombongkan diri di hadapan Allah SWT karena Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan takabur.

Meneladani sifat Nabi Muhammad memang bukan perkara mudah. Akan tetapi, jadikan sifat-sifat terpuji Nabi Muhammad SAW tersebut sebagai bagian dari keseharian kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *