Kemeriahan Ulang tahun ke 4 komunitas Gandjel Rel di Restoran Pringsewu Kota Lama.

Kemeriahan Ulang tahun ke 4 komunitas Gandjel Rel di Restoran Pringsewu Kota Lama – Sebelum saya bercerita panjang lebar, saya ingin mengucapkan selamat ulang tahun yang ke empat untuk komunitas Blogger Gandjel Rel. Semoga terus eksis dan makin menebar banyak kebermanfaatan untuk banyak orang. Gandjel Rel! Ngeblog Ben Ra Gandjel.

Tentunya kita pasti senang bertemu dengan orang yang memiliki sebuah kesamaan dengan kita. Seperti saya yang mencintai dunia kepenulisan yang membawa saya masuk ke berbagai komunitas menulis. Salah satu komunitas menulis yang saat ini saya ikuti dan termasuk baru adalah komunitas Gandjel Rel.

Komunitas Gandjel Rel adalah komunitas blogger Semarang khusus perempuan. Bukan komunitas pembuat kue Gandjel Rel yang merupakan salah satu kue khas Kota Semarang. Namun, kue Gandjel Rel ini belum pernah saya makan dan baru lihat bentuknya saja di internet. Next time jika saya ketemu sama kue ini nanti saya review di blog.

Lokasi tempat tinggal saya sebenarnya bukan di Semarang, melainkan Grobogan. Hanya saja desa tempat saya tinggal yakni Tegowanu Wetan lebih dekat ke Kota Semarang dibandingkan ke Grobogan. Maka jika saya ingin mengikuti suatu kegiatan komunitas saya pasti lebih condong memilih ke Semarang saja karena lebih dekat. Beruntung saya diperbolehkan gabung ke komunitas blogger Semarang.

Saya mengikuti acara ulang tahun komunitas Gandjel Rel jam 9 pagi dan berangkat dari rumah satu jam lebih awal agar tidak terlambat. Awalnya saya berada di posisi waiting list nomor dua dari kuota 35 peserta. Namun beberapa hari sebelumnya ada dua orang yang mundur karena berhalangan. Peserta waiting list lainnya akhirnya juga diajak untuk bergabung ke acara.

Saya berangkat bersama Baby Queen menggunakan motor dibonceng adik ipar. Jujur saja saya baru beberapa kali main ke Semarang, jalan yang paling saya hafal tanpa bantuan google maps adalah jalan ke Kota Lama. Untungnya lokasi acara ulang tahun Gandjel Rel dirayakan di restoran Pringsewu yang juga berada di Kota Lama.  

“Wah keren!” Kesan pertama yang saya ucap dalam hati saat memasuki restoran Pringsewu untuk pertama kalinya. Restoran ini menggunakan gedung lama peninggalan zaman Belanda. Restoran Pringsewu mempunyai design unik tersendiri, dan pasti memiliki sebuah sejarah. Pintu dan jendela-jendela yang besar-besar dan indoor garden yang membuat terang restoran Pringsewu dengan sinar matahari. Saya sempat berfikir apakah restoran ini dulunya adalah penjara peninggalan Belanda? Karena saya melihat ada pintu jeruji besi dan lorong. Ternyata  bukan.  

Ini kali kedua saya mengikuti komunitas blogger Semarang. Tetapi yang khusus komunitas Gandjel Rel merupakan pertama kalinya. Tidak banyak yang saya kenal, sebelum ikut acara ulang tahun Gandjel Rel saya berinteraksi lewat whatsapp dan mengenali mereka lewat tulisan blog dan instagram mereka saja.

Ketika datang ke acara Ultah Gandjel Rel saya langsung  mengenali beberapa di antara mereka. “Oh ini Mb Rika, ini Mb Untari, Mb Unik, Mb Archa, Mb Rahmi, Nyi Penengah, dan Bunda Dirga.” Sedangkan anggota lainnya masih belum melekat benar di otak saya.

“Mba, lawang sewu kan artinya seribu pintu, kalau pring sewu artinya apa?” Tanya saya ke Mba-mba yang duduk di sebelah saya (maafkan saya, lupa nama mbanya siapa).

“Pring itu artinya bambu, Mba. Jadi seribu bambu.” Jawabnya. “Bukan asli Semarang ya, asli mana? Tanyanya.

“Saya asli Pontianak, baru pindah tahun lalu ke Tegowanu, cuma masih jarang main ke Semarang karena kemarin sedang hamil.”

Sebelum saya mencari tahu tentang restoran Pringsewu lebih lanjut, fokus saya sebelum acara dimulai adalah berfoto-foto ria bersama Queen. Di dalam restoran juga sudah ada jasa fotografer profesional yang langsung mencetak foto di tempat biaya perfoto hanya Rp 5.000 lumayan buat kenang-kenangan.

Teras lantai dua restoran Pringsewu – Tempat acara Ultah Gandjel Rel ke-4

Menyambut perayaan ultah Gandjel Rel empat minggu sebelumnya diadakan blogging challange dengan tema yang berbeda-beda di tiap pekannya dan membuat video challange kreatif yang ditayangkan serentak pada hari ulang tahun Gandjel Rel tanggal 22 Februari 2019. Tak satupun challange yang berhasil saya ikuti (malu-maluin) sebenarnya saya ada membuat satu video challangenya, tetapi karena malu jadi gak saya publish.

Acara ulang tahun komunitas Gandjel Rel yang ke empat juga diisi dengan materi kepenulisan dari Agus Mulyadi atau yang lebih dikenal sebagai Gus Mul. Seorang redaktur dari mojok.co, blogger, dan penulis buku. Gus Mul menjadi narasumber talkshow “Menulis Kreatif di Media Online” Hal yang paling saya ingat dari materi yang beliau sampaikan adalah menulis yang baik itu bukanlah faktor kecerdasan tapi faktor kebiasaan. Jika kita rajin menulis, maka kita lambat laun akan terbiasa dan makin bagus pula tulisannya. Sebuah proses pembelajaran menulis tanpa henti (noted).

Materi yang disampaikan Gus Mul mengalir ringan dan tetap asyik, hanya saja karena sambil merawat Queen yang sesekali minta nyusu dan minta dibersihkan karena pup. Saya tidak menyimak secara maksimal. Adapun yang saya ingat beberapa selain harus terbiasa menulis, adalah kisahnya yang disuruh menjadi karyawan berseragam oleh bapaknya dan itu adalah tukang parkir. Kemudian kisah kucing kesayanganya yang meninggal, pengalamannya menjadi MC, dan lainnya. Gus Mul memiliki dua blog. Tulisan yang serius yakni agusmulyadi.web.id sedangkan tulisan yang ringan adalah agusmulyadi.com.

Senangnya bisa bertemu langsung dengan anggota komunitas Gandjel Rel. Saya harap kegiatan ngumpul bersama komunitas Gandjel rel tidak hanya saat acara ulang tahun saja, bisa sebulan atau dua bulan sekali diadakan meet up. Agar semangat ngeblog tidak turun, dan biar saya punya alasan juga buat main ke Semarang.

One thought on “Kemeriahan Ulang tahun ke 4 komunitas Gandjel Rel di Restoran Pringsewu Kota Lama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *