Kisah Ibu Rumah Tangga Mengejar Mimpi Melawan Keterbatasan Dan 3 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Di Luar Sekolah itu Penting

Kisah Ibu Rumah Tangga Mengejar Mimpi Melawan Keterbatasan Dan 3 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Di Luar Sekolah itu Penting – Kisah pertama : Namanya Obi, ibu satu anak ini dulunya besar di panti asuhan Jogjakarta. Semangatnya untuk belajar sampai perguruan tinggi sangat besar sekalipun biaya yang ia miliki minim. Untungnya ia banyak mendapatkan bantuan beasiswa. Lulus kuliah ia pun mendedikasikan ilmunya sebagai guru paud karena mencintai dunia anak-anak.

Robiah - Kisah Ibu Rumah Tangga Mengejar Mimpi Melawan Keterbatasan Dan 3 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Di Luar Sekolah itu Penting
Robiah Obi bersama putra pertamanya saat hendak ke pasar.

Penghasilan Obi sebagai guru paud tidaklah besar. Hal ini membuat Obi mencoba merintis usaha dengan jualan mie ayam pelangi. Obi mencari di google cara membuat mie yang sehat dan menarik. Agar anak-anak yang menyukai mie tetap bisa makan dengan asupan gizi yang menyehatkan. Sesuai namanya mie ayam pelangi, mie yang dibuatnya memang berwarna-warni sesuai dari sayuran dan buah yang ia pakai untuk pewarna mienya. Sekalipun usahanya masih gerobakkan, Obi tidak pernah menyerah dengan kondisinya dan berjuang untuk hal-hal yang diinginkannya.

Kisah kedua : Aurinda. Ibu tiga anak ini terpaksa berhenti sekolah sehari sebelum hari pertama masuk SMA akibat kecelakaan yang menimpanya. Tragedi itu membuat Aurinda kehilangan kaki. Sempat frustasi dengan hidupnya namun ia bangkit dan mencari cara agar bisa melakukan sesuatu dengan kedua tangannya. Lewat youtube Aurinda belajar cara facial wajah, lulur badan, dan pijat.

Aurinda1 - Kisah Ibu Rumah Tangga Mengejar Mimpi Melawan Keterbatasan Dan 3 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Di Luar Sekolah itu Penting
Aurinda saat sedang memfacial kliennya

Aurinda memberanikan diri membuka jasa facial wajah, lulur badan, dan pijat keliling. Awalnya ia berjalan dengan menggunakan tongkatnya dan naik angkot untuk ke rumah pelanggan. Lama kelamaan tabungannya cukup untuk membeli motor yang dimodifikasi menjadi roda tiga. Pelanggannya kian hari makin ramai. Kini Aurinda sudah dapat membuka salon sendiri dan memperkerjakan beberapa orang karyawan.

Kisah ketiga. Wiwik. Ibu satu anak ini sudah almarhumah satu tahun yang lalu akibat kanker darah. Semenjak divonis mengidap kanker darah saat SMA, wiwik terpaksa berhenti sekolah karena kondisi fisik yang lemah dan biaya untuk berobat cukup besar. Beruntung ada laki-laki yang mencintainya apa adanya. Akhirnya mereka menikah sampai dikarunia satu orang anak laki-laki yang sehat, setelah Wiwik tiga kali mengalami keguguran.

Sekalipun sudah tidak melanjutkan sekolah, Wiwik senang menghabiskan waktu dengan membuat kerajinan tangan atau menjahit. Ilmu menjahit turun temurun dari keluarganya, ia kembangkan tidak hanya menjadi usahanya, namun juga  kursus menjahit untuk ibu-ibu. Ia pun menggratiskan biaya untuk orang kurang mampu yang ingin belajar menjahit. Almarhumah Wiwik kini memang sudah tiada, namun ilmu yang dimilikinya bermanfaat untuk orang banyak, dan menjadi amalan yang tiada putus untuk dirinya sampai akhirat nanti.

20190224 174619 0001255B1255D - Kisah Ibu Rumah Tangga Mengejar Mimpi Melawan Keterbatasan Dan 3 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Di Luar Sekolah itu Penting

 

 
Kisah keempat, pengalaman pribadi. Sebelum benar-benar menjadi seorang penulis, saya terombang-ambing dalam membentuk diri saya sendiri. Akan jadi siapa saya ini? Lulus kuliah jadi sarjana, lalu bekerja selama tujuh tahun menjadi karyawan membuat saya lupa akan keinginan menjadi penulis. Sampai saya memutuskan untuk berhenti menjadi karyawan, lalu mulai mengikuti berbagai pelatihan dan kursus ketrampilan.
 
Kursus ketrampilan pertama yang saya ikuti bukanlah kelas menulis. Melainkan kursus mengemudi. Sekalipun sampai saat ini saya belum punya mobil. Entah untuk apa saya mengambil kursus tersebut, hanya lumayan bangga setelah mendapatkan sim A. Tinggal mobilnya saja yang belum ada. 
 
Pendidikan sekolah tidak pernah mengajarkan saya untuk bisa bersepeda, naik motor, bahkan mengemudi. Bersepeda dan mengendarai motor dengan latihan sendiri, sedangkan mengemudi mengambil kursus. 
 

Kursus berikutnya adalah kelas kecantikan rias pengantin Sunda. Masih sangat jauh dari kelas kepenulisan. Pendidikan sekolah tidak mengajarkan saya untuk tampil cantik dengan make up. Saya mempelajarinya di luar sekolah. Sekalipun saya tidak mengerti apa pentingnya saya ikut kursus rias pengantin Sunda, padahal saya orang Melayu Pontianak dan menikah dengan orang Jawa Tengah.

IMG 20190225 222140 - Kisah Ibu Rumah Tangga Mengejar Mimpi Melawan Keterbatasan Dan 3 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Di Luar Sekolah itu Penting
Saat ikut kursus rias pengantin Sunda. Saya yang baju kuning.

Tidak berhenti di situ, saya mengambil lagi kursus menjahit, merajut, merangkai bunga, dan memasak. Sungguh semuanya tidak nyambung dengan apa yang saya cita-citakan. Berbagai kursus yang saya ikuti seakan menyiapkan diri saya untuk menjadi ibu rumah tangga. Pintar dandan, menjahit, dan memasak. 

 
Saya juga ingin mengikuti pendidikan di DUMET School Jakarta.  Dumet School adalah lembaga pendidikan non formal yang mengajarkan tentang digital marketing dan SEO, design grafis, webmaster, dan mobile app. 

Saya ingin belajar soal membuat web, bukan dari template gratisan, tetapi desain sesuai keinginan saya. Saya ingin mengubah posisi logo blog sang maya yang ada di pojok atas menjadi ke tengah. Saya ingin tampilan blog saya lebih kece, sehingga semangat untuk menulis blog jadi lebih tinggi. Sayangnya keinginan ini belum terwujud dikarenakan saya belum bisa meninggalkan anak saya yang masih bayi. 
 
Pendidikan sekolah tidak mengajarkan bagaimana menjadi orangtua atau ibu rumah tangga. Padahal membesarkan anak dan menjadi ibu rumah tangga adalah pekerjaan terpenting dalam masyarakat. Saya yakin jika ibu saya mendapatkan pendidikan khusus sebagai ibu rumah tangga yang baik, beliau tidak akan menganggap saya bodoh dan repot-repot menuntut saya untuk bersekolah demi menjadi karyawan kantoran. 
 

Ingat! Menjadi siapa kita tidak tergantung pada ibu, ayah, keluarga, atau tetanggamu. Tetapi menjadi siapa kita ditentukan oleh kita sendiri.

 
Hal lainnya yang saya amati selama mengikuti berbagai kursus, yang jauh dari cita-cita saya mejadi penulis. Banyak ibu-ibu yang jauh lebih tua dari saya juga baru mengikuti kursus. Ternyata banyak yang baru menemukan hobi, atau passionnya setelah umur 30, 40, bahkan di kelas menjahit dan memasak ada yang sudah berusia 59 tahun. 

Pendidikan sekolah dibatasi oleh persyaratan umur. Sedangkan pendidikan di luar sekolah bebas untuk siapapun yang ingin mencoba sesuatu yang baru, mendapatkan aktivitas, menemukan hobi, sampai mewujudkan cita-cita. 

Jadi apakah pendidikan di luar sekolah itu penting? Tentu saja penting. Pendidikan di luar sekolah sama pentingnya dengan pendidikan formal manapun. Pendidikan di luar sekolah juga penting dalam mengarahkan kita untuk menemukan dan mewujudkan cita-cita. Karena keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal saja. Sudah semestinya ada keseimbangan antara pendidikan formal dan non formal.

Dari kisah-kisah di atas dapat dirangkum tiga alasan utama kenapa pendidikan di luar sekolah itu penting. Yakni:

1. Pendidikan terjadi dimanapun.
Pendidikan di luar sekolah memiliki tanggung jawab yang sama berat dengan pendidikan formal. Sebuah pendidikan tidak hanya terjadi di lingkungan sekolah, tetapi terjadi juga di lingkungan masyarakat dan lingkungan keluarga.

2. Pendidikan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.
Pendidikan itu berlangsung sepanjang hayat atau dikenal sebagai long life education. Pendidikan sudah bisa diberikan kepada manusia sedini mungkin sampai akhir hayatnya. Jadi siapapun ia, dan dimanapun dia berada dapat memperoleh pendidikan.

3. Pendidikan dapat terjadi oleh bantuan orang lain atau usaha manusia itu sendiri.
Pada saat seseorang melakukan kegiatan, secara tidak langsung ia telah mendidik dirinya sendiri untuk mengembangkan potensinya dan melakukan sebuah perubahan.

Akhir cerita manfaatkanlah waktu untuk merenung. Dengarkan suara hati, pelajari siapakah diri kita sebenarnya dengan membuat pilihan-pilhan bijak. Harga yang akan kita bayar akan sangat mahal bila kita menjadi seorang pribadi yang tidak kita inginkan. Akan jadi siapa kita? Bagaimana kita menjalani hidup? Dan apa yang bisa kita wariskan setelah kita meninggal? Itulah yang harus kita perjuangkan untuk terwujud. 

Semoga bermanfaat.

Salam bahagia.

One thought on “Kisah Ibu Rumah Tangga Mengejar Mimpi Melawan Keterbatasan Dan 3 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Di Luar Sekolah itu Penting

  1. Setuju banget mba seringkali kita mendapati passion kita malah dari ikut pendidikan atau hal-hal di luar sekolah. Atau bahkan bener kaya tulisannya mba, baru sadar passionnya setelah berusia sekian puluh tahun. Artikelnya bagus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *