Tips Mudik Membawa Bayi Naik Pesawat

Tips Mudik Membawa Bayi Naik Pesawat – Senangnyaaaaaa bisa mudik ke kampung halaman. Ramadhan tahun ini saya bersama Baby Queen mudik ke Pontianak. Ibu saya yang baru melihat Baby Queen saat lahiran tentu senang dikunjungi oleh cucu pertamanya yang sekarang sudah berusia delapan bulan. Saya juga senang karena tahun lalu sedang hamil besar tidak bisa mudik ke kampung halaman, hingga rindu akan kota kelahiran terbayar di tahun ini. Tapi kebahagiaan ini tidak terlalu lengkap karena saya hanya bersama anak saja, suami ada kesibukan sendiri.

Tips Mudik Membawa Bayi Naik Pesawat
Bersama Baby Queen Mudik Ke Pontianak Naik Pesawat

Sebulan sebelumnya saya sudah memantau harga tiket lewat salah satu aplikasi penyedia tiket pesawat. Hal ini merupakan salah satu tips mudik bagi yang mencari tiket ptomo atau tiket murah. Sayangnya di tahun ini semua harga tiket pesawat meroket di atas satu jutaan. Padahal biasanya tiket pesawat Semarang – Pontianak atau sebaliknya hanya berkisaran 700-900rb. Jadi saya membeli tiket satu minggu setelah puasa yang masih berharga satu jutaan. Sedangkan tiket pesawat mendekati hari lebaran harganya makin menanjak naik. 


Maskapai yang saya pilih untuk mudik bersama Queen terkenal jelek pelayanannya. Saya memilih maskapai tersebut karena, paling murah dan hanya maskapai tersebut yang satu-satunya dari Semarang langsung menuju ke Pontianak. Sedangkan maskapai lainnya semuanya transit terlebih dahulu ke Jakarta. Transit yang paling sebentar saja memakan waktu tiga jam. Tentu dalam kondisi berpuasa dan membawa bayi pasti repot dan melelahkan.

Hari keberangkatan saya hanya membawa dua tas berisi pakaian saya dan anak. Hanya suami yang mengantar kami berdua. Kami sampai di bandara jam sepuluh pagi dimana dua jam lebih awal dari jadwal pemberangkatan. Sehingga masih bisa foto-foto di sekitar bandara bersama suami. Menyusui Baby Queen di ruang laktasi bandara yang nyaman banget. 

Beberapa dokumentasi saat di bandara Ahmad Yani Semarang.

Tips Mudik Membawa Bayi Naik Pesawat
Tips Mudik Membawa Bayi Naik Pesawat
Add caption


Selfie dulu sama Ayah Queen sebelum ditinggal pergi mudik


Dadah Ayah

Senangnya Queen main bola di kids corner bandara Ahmad Yani Semarang

Berpisah sama suami 30 menit sebelum disuruh naik ke pesawat. Queen juga sempat main di kids corner yang disediakan bandara, tempatnya lumayan luas, bersih, dan nyaman buat bayi.

Ketika hendak naik ke dalam pesawat. Salah satu petugas bandara maskapai tersebut membantu saya memakaikan jaket kepada baby Queen, petugas lainnya membantu membawakan dua tas saya yang lumayan besar, tapi masih taraf muat ukuran kabin. Mungkin petugas tersebut kasihan melihat saya menggendong anak sambil membawa tas.

Ketika sampai di pintu pesawat pun saya ditawari oleh pramugara agar tas saya diturunkan ke bagasi saja. Saya tanya dulu, apakah berbayar? Ia jawab tidak. Jadi saya senang saja kedua tas saya masuk ke dalam bagasi. Jadi pelayanan mereka tidak buruk-buruk amat seperti kebanyakan berita yang beredar. 

Penumpang di dalam pesawat ternyata tidak penuh, banyak kursi kosong dibelakang saya. Baby Queen awalnya tenang saja dalam pangkuan saya, namun ketika pesawat mulai lepas landas, Queen gelisah MINTA GENDONG. Dibujuk pakai biskuit, snack puff favoritnya, mainan, nyusu, semua tidak mau. Maunya gendong! 

Desingan suara mesin pesawat, atau perubahan tekanan udara mungkin membuatnya tidak nyaman sehingga Queen menangis sangat kencang. Salah saya tidak membawa tutup telinga untuk Queen. Saya baca-baca beberapa artikel juga tidak ada yang menyarankan untuk membawa tutup telinga, sehingga masih membuat saya bertanya-tanya haruskan menutup telinga anak saat di dalam pesawat? 

Salah seorang pramugara yang menawarkan air putih hangat ke pada Queen setelah pesawat lepas landas, dan sabuk pengaman boleh dilepaskan sehingga saya bisa berdiri dan jalan di koridor pesawat menggendongnya, menyampaikan malah tidak baik menutup telinga anak dengan tangan saat lepas landas. Takut malah gendang telinganya yang kena. Nah, loh!

Untungnya tidak lama kemudian Baby Queen tertidur. Saya lalu memilih deretan kursi kosong untuk menidurkan Queen agar dia merasa nyaman. Satu setengah jam perjalanan di pesawat saya fokus menjaga Queen agar tidak jatuh berguling dari kursi pesawat.

Tips Mudik Membawa Bayi Naik Pesawat
Baby Queen tidur nyenyak setelah pesawat lepas landas

Tips Mudik Membawa Bayi Naik Pesawat

1. Pilihlah tempat duduk bagian depan, Usahakan check in lebih awal biar dapat tempat duduk paling depan, atau minta tukar tempat duduk dengan penumpang lain kalau penumpang tersebut berkenan. Tempat duduk bagian depan merupakan kursi paling cocok untuk penumpang dengan bayi (terutama di pinggir lorong). Selain tenang karena jauh dari turbin pesawat, kursi prioritas ini juga memudahkan Anda untuk keluar masuk pesawat dengan cepat, serta jarak antar kursinya lebih luas dan nyaman untuk bayi. Untungnya saya mendapatkan tempat duduk agak depan dan kosong tiga.

2. Bawalah perlengkapan utama bayi ke dalam kabin seperti ASI yang sudah diperah dan makanan bayi secukupnya, mainan kecil favorit si bayi, popok, tisu basah khusus bayi, dan minimal satu baju ganti. Simpan dalam satu tas berukuran kecil yang mudah Anda akses di kabin. 

3. Tips membawa bayi naik pesawat berikutnya adalah memastikan bayi mengenakan pakaian hangat namun mudah untuk dipakai maupun dilepas, seperti jaket atau selimt bayi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bayi muntah atau terkena tumpahan makanan dan susunya. Jadi tidak perlu ke toilet jika harus mengganti baju bayi.

4. Salah satu penyebab bayi rewel di pesawat adalah rasa lapar. Apalagi menu khusus bayi masih terbilang tidak tersedia di pesawat. Oleh karena itu, beri bayi makan secukupnya sebelum penerbangan. 

5. Sakit telinga yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara di pesawat juga salah satu yang menyebabkan bayi rewel. Untuk mencegah hal tersebut, susuilah bayi saat lepas landas dan mendarat. Alternatif lain bisa dengan memberinya biskuit untuk dihisap. Jangan lupa bawa kain khusus menyusui ke dalam kabin agar tetap nyaman saat harus menyusui di kursi penumpang. 

6. Pegang bayi dengan mantap agar bayi tidak tergelincir terutama saat terjadi perubahan turbulensi pesawat. Jangan pernah lepaskan perhatian dari sang bayi. Beberapa maskapai penerbangan ada yang menyediakan sabuk pengaman khusus untuk bayi, atau tempat duduk sendiri. Namun biasanya itu berlaku untuk bayi usia di atas setahun.

7. Jangan sungkan menggendong bayi jika ia memang dia lebih tenang jika digendong sambil berjalan di lorong. Gendong saat sabuk pengaman sudah boleh dilepaskan. Kasihan apabila bayi dibiarkan menangis terlalu lama, dan dapat menggangu ketenangan penumpang lainnya juga. Seperti Baby Queen ini merupakan tipe bayi yang lebih tenang apabila digendong sambil jalan. 

Sekian tips mudik membawa bayi naik pesawat dari saya, semoga bermanfaat.

13 thoughts on “Tips Mudik Membawa Bayi Naik Pesawat

  1. Wah..bandara nya cakep yah ..hihi..maklum blm berkesempatan mencoba bandara yg baru ini..hehe.. Alhamdulillah Baby Queen tidak terlalu rewel ya mba.. semoga saat pulang lebih nyaman lagi..

  2. Aku pernah bawa bayi naik pesawat pas ke Jambi, seru juga ya hehe..asyiknya Queen pulang kampung yaaa..kampung suamiku juga di Pontianak, tapi udah pada balik Ungaran semua..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *